Heboh Dana BOK 2025 Madina! Ade Batubara: Kejati Sumut Harus Panggil Mantan Kadinkes Nasional|Agustus 11, 2026Agustus 11, 2026oleh admin Mandailing Natal, (Sumut), KESBANG || NEWS– Dugaan penyimpangan penggunaan Dana Bantuan Operasional
Etnis Melayu Bukan Minang, Etnis Minang Bukan Melayu : Jangan Campur adukkan Identitas dan Adat yang Berbeda! Budaya|Agustus 11, 2026oleh admin Mari kita luruskan pemahaman yang keliru di ruang publik agar tidak
Etnis Melayu Bukan Minang, Etnis Minang Bukan Melayu : Jangan Campur adukkan Identitas dan Adat yang Berbeda! Mari kita luruskan pemahaman yang keliru di ruang publik agar tidak terjadi pengkaburan identitas budaya yang merugikan eksistensi masyarakat adat setempat. Seringkali kita temui klaim yang membingungkan di daratan Provinsi Riau : mengaku bersuku atau berklan seperti Domo, Piliang, Pitopang, atau Moneliang di wilayah Kampar, Riau, namun di sisi lain mengklaim diri sebagai etnis Melayu. Ini adalah dua hal yang tidak bisa disatukan secara serampangan. Orang Melayu tidak mengenal sistem persukuan (klan), karena sistem matrilineal dengan kepemilikan suku-suku tersebut merupakan fondasi mutlak dari Adat Minangkabau. 1. Memahami Akar Adat: Melayu vs Minangkabau Agar tidak salah kaprah, mari kita bedah perbedaan mendasar antara kedua entitas budaya besar ini: Adat Melayu (Riau Pesisir dan Sekitarnya) 1.Sistem Kekerabatan: Bersifat bilateral (menarik garis keturunan dari kedua belah pihak, ayah dan ibu). 2.Struktur Sosial: Masyarakat Melayu diatur oleh sistem kepenghuluan, lembaga adat, serta hukum yang bersendikan syarak (Islam). 3.Identitas Budaya: Tidak mengenal pembagian klan atau suku adat (seperti Piliang, Chaniago, Domo, dll.) dalam struktur sosial tradisionalnya. Kekerabatan dibangun atas dasar kekeluargaan luas, ketetanggaan, dan persemendaan. Adat Minangkabau (Darek dan Rantau) 1.Sistem Kekerabatan: Bersifat matrilineal (menarik garis keturunan perut dari pihak ibu). 2.Struktur Sosial: Mutlak menggunakan sistem persukuan (klan) yang dipimpin oleh seorang Penghulu (Datuak). Suku-suku inilah yang menjadi identitas asal-usul seseorang, seperti suku Piliang, Pitopang, Chaniago, Mandailing, Malayu (dalam konteks sub-suku Minang), Domo, dan lain-lain. 2. Mengapa Klaim Ini Keliru? Jangan berdalih dengan kalimat “Asimilasi” Beberapa pihak kerap berdalih bahwa fenomena ini adalah bentuk asimilasi budaya akibat kedekatan geografis wilayah rantau (seperti Kampar/Rantau Kuantan) dengan Minangkabau. Argumen ini tentunya sangat keliru besar. Asimilasi budaya biasanya terjadi pada aspek bahasa, kuliner, pakaian, atau kesenian. Namun, sistem matrilineal dan kepemilikan klan/suku adalah hukum adat yang mengakar secara genetik dan struktural. Seseorang tidak bisa “beralih” menjadi etnis Melayu secara utuh jika mereka masih mempertahankan struktur suku-suku Minangkabau secara turun-temurun. Adanya kesengajaan pengkaburan identitas: Mengaku ber-suku/ber-klan Minang tetapi menolak disebut orang Minang, serta memaksakan diri masuk ke dalam kategori “etnis Melayu” justru mencederai keotentikan kedua adat tersebut. Adat Melayu memiliki marwah dan sistem tersendiri yang tidak menggunakan klan persukuan. Mari Etnis Minang dan Etnis Melayu Jaga Marwah Adat Masing-Masing, Ada oknum yg memang sengaja mencederai keotentikan Adat Istiadat Minang dan Melayu ini. Setiap suku bangsa memiliki falsafah, hukum adat, dan sejarahnya sendiri yang harus dihormati. Orang Melayu punya filosofi adat Takkan Hilang Melayu di Dunia” dengan sistem kemasyarakatan yang khas. Begitu pula masyarakat Minangkabau dengan “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” yang tetap kokoh dengan sistem persukuannya. Jangan permainkan adat istiadat demi kepentingan sesaat atau demi mengaburkan batas identitas historis. Mari menjadi masyarakat yang cerdas berbudaya: kenali asal-usul, junjung tinggi marwahnya, dan jangan mencampuradukkan sesuatu yang dari akarnya memang berbeda! Salam Budaya, Toenaro Official Budaya|Agustus 11, 2026oleh admin Etnis Melayu Bukan Minang, Etnis Minang Bukan Melayu : Jangan Campur adukkan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan membongkar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) lama di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Daerah|Agustus 11, 2026oleh admin JPO tersebut sebelumnya viral dan dijuluki “JPO love and hate” karena
Bukan Pilihan Jokowi, Ahok Ungkap Dirinya Dinaikkan untuk Singkirkan Sandiaga Umum|Agustus 11, 2026oleh admin Bukan Pilihan Jokowi, Ahok Ungkap Dirinya Dinaikkan untuk Singkirkan Sandiaga Basuki Tjahaja
Bergerak Serentak, Semangat Baru Menuju Sekolah Istimewa. Daerah|Agustus 10, 2026oleh admin HUT Ke-44 SMA Gadjah Mada Yogyakarta : YOGYAKARTA, 10 Agustus 2026
Hari ini, Senin 10 Agustus 2026, SMA Gadjah Mada Yogyakarta menggelar acara Daerah|Agustus 10, 2026oleh admin Momen ini menjadi sangat istimewa bagi Keluarga besar SMA Gadjah Mada Yogyakarta
*KEMANA FUNGSI PKS SEBAGAI PARTAI DAKWAH DITENGAH UMAT?* Umum|Agustus 10, 2026oleh admin Oleh : *Ahmad Khozinudin* Sastrawan Politik Saat penulis menulis status Facebook
Adik Prabowo Kukuhkan 20 Ormas Baru yang Kawal Pemerintahan Presiden, Hotman Paris: “Makin Seru” Nasional|Agustus 10, 2026Agustus 10, 2026oleh admin Adik Presiden Prabowo Subianto sekaligus Ketua Dewan Pembina Formas, Hashim Djojohadikusumo
Hadiri HUT ke-8 Motor Besar Indonesia (MBI), Bamsoet Ajak Komunitas Otomotif Perkuat Brotherhood dan Persatuan Bangsa di Tengah Derasnya Provokasi Pecah Belah Bangsa* Nasional|Agustus 10, 2026oleh admin *JAKARTA* – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan