Mayor Jenderal TNI Moersjid memiliki karier yang cemerlang di dunia militer. Ia pernah dipercaya menduduki berbagai posisi strategis. Namun nasibnya berakhir tragis, hingga ingin menjadi satpam.
Moersjid adalah perwira tempur tangguh, yang pernah bertugas merancang dan mengendalikan operasi militer. Ia juga pernah dipercaya sebagai wakil menteri pertahanan, hingga jadi duta besar RI untuk Filipina.
Namun karier cemerlang itu berakhir tragis, saat dirinya tiba-tiba dipanggil pulang dari Manila. Ia kemudian dipenjara selama 4 tahun oleh militer, tanpa melalui proses pengadilan. Diduga karena konflik diplomatik dengan Pejabat AS, dan tuduhan sebagai Perwira Pro Soekarno.
Setelah bebas, ia langsung dipensiunkan. Padahal saat itu usianya baru 48 tahun, masa paling produktif dalam kariernya.
Setelah pensiun, Moersjid kesulitan mendapat pekerjaan yang cocok, karena terbiasa dengan dunia Militer. Negara pun tak memberinya peran atau jabatan publik, seolah mengabaikan kapasitas dan pengabdiannya.
Bahkan saking sulitnya ia pernah mengungkapkan keinginannya menjadi satpam kepada anaknya.










