Syekh Tuan Guru Besilam: Ulama Sufi Besar Penyebar Tarekat Naqsyabandiyah di Sumatera

Sosial24 views

 

Tak banyak yang tahu, di balik tenangnya Kampung Besilam, Langkat, Sumatera Utara, tersimpan jejak seorang ulama besar yang pengaruhnya melintasi zaman dan wilayah.
Beliau adalah Syekh Tuan Guru Besilam, atau dikenal dalam literatur sejarah dengan nama Syekh Abdul Wahab Rokan al-Khalidi an-Naqsyabandi.

Syekh Abdul Wahab Rokan lahir pada tahun 1811 M di Kampar, Riau. Sejak muda, ia telah menempuh jalan keilmuan Islam, hingga akhirnya merantau ke Tanah Suci Mekkah untuk memperdalam ilmu agama dan tasawuf. Di sanalah ia berguru kepada para ulama besar dan memperoleh ijazah Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah, sebuah tarekat besar yang menekankan dzikir, disiplin spiritual, dan akhlak mulia.

Sepulangnya ke Nusantara, beliau tidak memilih jalan kekuasaan atau politik. Ia memilih jalan sunyi: mendidik, membimbing, dan membina umat secara ruhani. Dakwahnya dilakukan dengan pendekatan damai dan penuh hikmah, sehingga diterima luas oleh masyarakat Melayu di Sumatera hingga Semenanjung Melayu.

Pusat dakwah terpenting beliau berada di Besilam (Babussalam), Langkat, yang kemudian berkembang menjadi pusat Tarekat Naqsyabandiyah. Dari tempat inilah Syekh Abdul Wahab Rokan dikenal sebagai Tuan Guru Besilam, sekaligus menjadi Tuan Guru pertama di kampung tersebut.

Beliau memiliki banyak murid dari berbagai daerah. Para murid inilah yang melanjutkan ajaran tarekat dan menyebarkannya ke berbagai wilayah. Hingga kini, Besilam masih dikenal sebagai pusat kegiatan suluk dan ziarah spiritual.

Syekh Tuan Guru Besilam wafat pada tahun 1926 M di Besilam. Meski telah wafat hampir satu abad lalu, ajaran dan teladannya tetap hidup. Namanya dikenang sebagai ulama sufi, guru ruhani, dan pembimbing umat, bukan karena kemasyhuran dunia, tetapi karena kedalaman ilmu dan akhlaknya.

📖 Kisah Syekh Tuan Guru Besilam menjadi bagian penting dari sejarah Islam Nusantara—sebuah sejarah yang dibangun dengan ilmu, kesabaran, dan keteladanan.

📚 Sumber Referensi:
ANTARA News, Media Indonesia, Dewantara News, Jurnal Puteri Hijau UNIMED, Sejarah Lokal Besilam Babussalam, Posmetro Medan, Jurnas.com.

News Feed