Daerah68 views

 

Editor: TEUKU HUSAINI

PADANG PANJANG — Sore di hari pertama Ramadan 1447 Hijriah, Kamis (19/2/2026), suasana di Pasar Kuliner Padang Panjang terlihat sangat hidup dan dipadati warga setempat. Sejak sore hari menjelang waktu berbuka puasa, ratusan pengunjung tumpah ruah ke area pasar untuk berburu takjil dan berbuka bersama keluarga.
Beragam jajanan khas Minangkabau dan makanan berbuka puasa tersedia di puluhan lapak pedagang yang berjajar rapi. Aroma harum makanan tradisional seperti kolak, nasi goreng, es buah, hingga kue-kue basah membuat pengunjung betah berjalan di antara kios-kios kuliner. Antusiasme warga terlihat dari antrian panjang di setiap stan, bahkan beberapa pedagang dilaporkan hampir kehabisan stok menjelang waktu Magrib.
Pasar kuliner ini menjadi pusat aktivitas masyarakat di kota Padang Panjang, yang dikenal sebagai kota dengan tradisi budaya dan kuliner yang kuat di Sumatera Barat. Banyak warga sengaja datang lebih awal untuk memilih menu berbuka sebelum adzan Magrib berkumandang, sekaligus menjadi momen berkumpul bersama keluarga dan tetangga.
Suasana semakin semarak ketika para pengunjung berbincang santai sambil menikmati pemandangan langit sore yang mulai merona. Bagi sebagian warga, datang ke pasar kuliner ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga sebagai bagian dari tradisi sosial di awal Ramadan yang penuh berkah.
Fenomena keramaian seperti ini memang sering terjadi di berbagai daerah saat hari pertama puasa, di mana pasar takjil dan bazar kuliner menjadi magnet warga untuk bersosialisasi dan berburu sajian berbuka puasa. Hal ini sejalan dengan semarak Ramadan di berbagai kota lainnya di Tanah Air.
Para pedagang berharap momentum Ramadan ini dapat memberikan berkah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang memanfaatkan pasar kuliner sebagai ajang memperkenalkan produk mereka.
Dengan padatnya pengunjung di hari pertama Ramadan ini, Pasar Kuliner Padang Panjang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi kuliner dan budaya yang tak boleh dilewatkan oleh masyarakat dan wisatawan yang datang ke kota serambi Mekah di Ranah Minang(Sinyalgones).

News Feed