Masjid Raya Bingkudu — berdiri kokoh di Jorong Bingkudu, Nagari Canduang Koto Laweh, sejak tahun 1823 Masehi . Salah satu masjid tertua di Indonesia, didirikan di tengah kecamuk Perang Padri, diprakarsai oleh Inyiak Basa (Haji Salam), Lareh Canduang, melalui musyawarah tujuh nagari yang bergotong royong membangunnya.
Arsitekturnya murni khas Minangkabau — atap bertumpang tiga yang melambangkan filosofi “Tigo Tungku Sjarangan”: Niniak Mamak, Alim Ulama, dan Cadiak Pandai. Semula seluruh bangunan dari kayu — lantai, tiang, dinding — dibawa dari jauh dengan semangat kebersamaan . Ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kabupaten Agam tahun 1989, tetap terjaga keasliannya hingga kini .
Di ketinggian 1.050 mdpl, dikelilingi sawah dan udara sejuk Canduang, masjid ini bukan sekadar tempat ibadah — ia saksi bisu perpaduan Islam dan Adat Minang, pusako yang terus mengajarkan: adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah.
#photo #fbpro #sejarah #MesjidRayabingkudu
















