98 Resolution Network Targetkan Gerakan #WargaPeduliWarga Terus Diperluas ke Wilayah Lain

Nasional26 views

 

Cilegon – 98 Resolution Network kembali menggerakkan solidaritas publik melalui program #WargaPeduliWarga. Kali ini pada jilid ke 10, membagikan 600 paket sembako kepada warga dan kelompok pekerja harian dan driver ojek online di Kota Cilegon, Banten.

Kegiatan berlangsung Pukul 09.00 WIB, Sabtu (29/11/2025) di Workshop TMS PT Krakatau Chandra Energi. PT Krakatau Chandra Energi bertindak sebagai pemberi bantuan.

“Sebanyak 600 paket sembako dibagikan kepada empat kelompok penerima manfaat, di antaranya 150 warga masyarakat, 150 ojek pangkalan (Opang), 150 ojek online (Ojol), dan 150 nelayan,” kata Restianti Juru Bicara 98 Resolution Network di sela-sela acara.

Gerakan Solidaritas di Tengah Arah Baru Pembangunan Nasional

Kata Resti sapaan akrabnya, kgiatan ini berlangsung dalam konteks merespon arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dimana menekankan pemerataan kesejahteraan, kemandirian ekonomi, dan penguatan kohesi sosial.

B”agi 98 Resolution Network, pembangunan tidak hanya berbicara soal angka pertumbuhan atau proyek infrastruktur. Akan tetapi juga ketahanan sosial di tingkat akar rumput,” katanya.

Gerakan #WargaPeduliWarga dirancang untuk menjawab dua kebutuhan sekaligus, yakni membantu kelompok rentan ekonomi, serta memperkuat pola hubungan sosial antarwarga.

“Keduanya merupakan fondasi penting untuk memastikan pembangunan berjalan stabil, inklusif, dan berkelanjutan,” tandas Resti.

Sosial Kapital: Aset Strategis Bangsa di Era Teknologi Tinggi

Menurut Resti, ada satu pesan utama yang ingin ditekankan melalui kegiatan ini. Bahwa sosial kapital adalah aset bangsa yang tidak dapat digantikan oleh teknologi maupun modal asing.

“Ketika dunia bergerak menuju otomatisasi dan digitalisasi. Fktor yang tetap menentukan daya tahan sebuah bangsa justru terletak pada kepercayaan sosial, solidaritas antarwarga, dan kemampuan masyarakat untuk saling menopang,” jelasnya.

Kata Resti, Teknologi dapat mempercepat layanan, sementara modal asing dapat memperbesar kapasitas produksi. Akan tetapi hal tersebut tidaklah cukup, sangatlah penting membangun rasa saling percaya dan kepedulian antar manusia.

“Dalam kerangka percepatan pembangunan ala Presiden Prabowo Subianto, nilai-nilai seperti gotong royong, solidaritas lokal, dan kepedulian sosial justru memperoleh relevansi baru,” tukas perempuan berhijab ini.

Resti menambahkan, bahwa nilai ini telah lama menjadi identitas Indonesia, namun kini menghadapi tantangan zaman yang membutuhkan penguatan kembali. Karena itu, 98 Resolution Network menempatkan solidaritas bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi sebagai kapital sosial modern yang memperkuat ketahanan nasional.

“Gotong royong, dalam konteks ini, naik kelas. Bukan hanya tradisi budaya, melainkan instrumen strategis yang menopang stabilitas sosial dan ekonomi,” ucapnya.

Peran Dunia Usaha dalam Mengokohkan Solidaritas

Sementara itu Koordinator #WargaPeduliWarga Eli Salomo, mengatakan, keterlibatan PT Krakatau Chandra Energi menjadi ilustrasi bahwa dunia usaha semakin mengambil peran dalam memperkuat kohesi sosial di daerah. Langkah ini bukan hanya wujud tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menciptakan hubungan harmonis antara industri dan masyarakat sekitar.

“Cilegon sebagai kawasan industri strategis membutuhkan keharmonisan sosial agar dinamika ekonomi berjalan stabil. Melalui kegiatan seperti ini, pesan yang dibangun adalah jelas, bahwa pembangunan nasional harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, termasuk di lingkungan industri,” ujar Eli sapaan akrabnya.

Menurutnya, 98 Resolution Network menargetkan gerakan #WargaPeduliWarga terus diperluas ke wilayah lain. Cilegon menjadi titik penting karena posisinya sebagai pusat industri, sekaligus ruang sosial tempat pekerja harian, warga, dan pelaku industri berinteraksi setiap hari.

“Dengan memperkuat solidaritas di kawasan industri, gerakan ini ingin memastikan bahwa warga bukan hanya menjadi penonton pembangunan. Akan tetapi bagian aktif dari ekosistem yang bergerak bersama menuju kesejahteraan,” kata Eli.

Pada akhirnya, pembagian 600 paket sembako di Cilegon bukan sekadar agenda bantuan, tetapi bagian dari upaya memperkuat sosial kapital sebagai aset strategis bangsa. 98 Resolution Network juga menegaskan, pembangunan nasional di era Presiden Prabowo Subianto harus berjalan berdampingan dengan penguatan nilai kemanusiaan, kepedulian, dan gotong royong.

“Karena pada akhirnya, ketahanan sebuah bangsa tidak hanya ditopang oleh kemajuan teknologi atau besarnya investasi, tetapi oleh kekuatan masyarakatnya untuk saling menjaga dan saling menyokong,” pungkas Eli Salomo. (red)

News Feed