Letjen TNI Mohamad Hasan: Putra Minang yang Menjadi Motor Pembinaan Pendidikan TNI AD

Tokoh12 views

Letjen TNI Mohamad Hasan: Putra Minang yang Menjadi Motor Pembinaan Pendidikan TNI AD

Letnan Jenderal TNI Mohamad Hasan kini menjadi salah satu figur penting dalam jajaran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Pada awal tahun 2025, ia resmi ditunjuk sebagai Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AD (Dankodiklatad)—sebuah jabatan strategis yang menentukan arah pembinaan, pendidikan, serta pengembangan kualitas prajurit di masa depan.

Penunjukan ini mempertegas rekam jejaknya sebagai perwira yang matang di bidang operasi, pasukan khusus, pengamanan presiden, hingga pembinaan sumber daya manusia. Bagi masyarakat Sumatera Barat, kariernya juga menjadi kebanggaan tersendiri, karena Letjen Hasan berasal dari keluarga Minangkabau yang berakar di Nagari Canduang Koto Laweh, Kabupaten Agam.

Akar Minangkabau dan Kepribadian yang Dibentuk Nilai Tradisi

Mohamad Hasan lahir di Bandung pada 13 Maret 1971. Meski lahir dan besar di perantauan, identitas Minangkabau yang diwariskan keluarganya tetap menjadi fondasi karakter dan etos kerjanya: disiplin, egaliter, serta teguh memegang integritas.

Dalam beberapa kesempatan, tokoh-tokoh Minang pernah menyampaikan kebanggaan bahwa seorang putra daerah dari kaki Gunung Marapi dapat memegang jabatan militer strategis di tingkat nasional.

Perjalanan Karier Militer dari Kopassus hingga Dankodiklatad

Lulusan Akmil 1993 ini memulai kariernya di lingkungan pasukan elite Kopassus. Kemampuannya dalam operasi khusus dan kepemimpinan unit kecil membuatnya cepat diandalkan dalam berbagai penugasan penting.

Tonggak-tonggak penting dalam kariernya antara lain:

* Komandan Unit Grup 1 Kopassus
* Kasi Intel Grup 1 Kopassus
* Komandan Kodim 0104/Aceh Timur (2011–2013)
* Wadanjen Kopassus
* Danjen Kopassus (2020–2021)
* Pangdam Iskandar Muda (Aceh)
* Pangdam Jaya / Jayakarta
* Pangkostrad TNI AD (2024)
* Dankodiklatad (2025—sekarang)

Pengalaman memimpin di berbagai level menjadikan Letjen Hasan sebagai perwira dengan pengetahuan operasional yang luas, sekaligus memahami pentingnya pembinaan personel dan modernisasi pendidikan militer.

Peran sebagai Dankodiklatad: Mengawal Transformasi Pendidikan TNI AD

Menjabat Dankodiklatad menempatkan Letjen Mohamad Hasan pada posisi strategis dalam membentuk kualitas prajurit generasi masa depan. Kodiklatad bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi pusat pengembangan doktrin, kurikulum, taktik, dan pengkajian militer.

Dalam Rapim Kodiklatad tahun 2025, ia menegaskan bahwa pendidikan Angkatan Darat harus:

* Adaptif terhadap ancaman dan teknologi baru,
* Profesional dalam standar latihan,
* Modern dalam kurikulum dan fasilitas,
* Relevan dengan dinamika geopolitik dan kebutuhan operasi militer Indonesia.

Ia mendorong seluruh jajaran Kodiklatad untuk tidak hanya menunggu tugas, tetapi proaktif mencari tantangan dan inovasi untuk memperkuat postur TNI AD.

Dikenal Sebagai Sosok Tegas dan Rendah Hati

Letjen Hasan sering digambarkan sebagai pemimpin yang tegas namun humanis. Karier panjangnya di Kopassus dan Paspampres membentuk dirinya sebagai prajurit yang disiplin, namun berbagai kesaksiannya di lapangan menunjukkan ia juga dekat dengan prajurit dan masyarakat.

Sebagai mantan Komandan Grup A Paspampres yang melindungi Presiden dan keluarganya, ia memiliki pengalaman luar biasa dalam menjaga keamanan VVIP, sesuatu yang membutuhkan ketepatan, kecermatan, dan ketenangan.

Kebanggaan Bagi Masyarakat Minang dan Indonesia

Kenaikan karier Letjen TNI Mohamad Hasan tidak hanya disambut baik di internal TNI, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat di Sumatera Barat. Perjalanan seorang putra Minang hingga berada di jajaran paling strategis TNI AD menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan, disiplin, dan kerja keras tetap menjadi kunci keberhasilan di institusi mana pun.

Kesimpulan

Letjen TNI Mohamad Hasan adalah representasi prajurit profesional yang tumbuh melalui pengalaman operasi, pasukan khusus, pengamanan presiden, hingga pendidikan militer tingkat tinggi. Kini, sebagai Dankodiklatad, ia mengemban tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa TNI AD memiliki prajurit yang modern, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dengan pengalaman panjang dan latar Minangkabau yang melekat kuat, sosoknya menjadi inspirasi bahwa pemimpin dari daerah mana pun dapat memberi kontribusi besar bagi negeri.(FB).

Dirangkum dari berbagai sumber

News Feed