*JAKARTA* – Anggota DPR RI, mantan Sekretaris Fraksi Partai Golkar ke-14 sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menuturkan peringatan HUT ke-58 Fraksi Partai Golkar DPR RI menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen menjaga demokrasi melalui penataan sistem partai politik, mendorong kesejahteraan, serta memastikan keadilan sosial hadir dalam setiap kebijakan negara. Usia 58 tahun menjadi bukti perjuangan panjang Fraksi Partai Golkar DPR, sekaligus pengingat bahwa tugas besar masih menanti menuju Indonesia Emas 2045 dengan demokrasi yang sehat, kesejahteraan yang meluas, dan keadilan sosial yang nyata dirasakan seluruh rakyat Indonesia.
“Di usia ke-58 ini, Fraksi Partai Golkar harus semakin matang dalam membaca tantangan zaman. Indonesia menuju 2045 menghadapi bonus demografi, transformasi digital, tekanan ekonomi global, hingga dinamika geopolitik. Kekuatan politik di parlemen harus diterjemahkan menjadi keputusan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat,” ujar Bamsoet usai menghadiri HUT ke-58 Fraksi Partai Golkar di Gedung DPR RI Jakarta, Jumat (13/2/26).
Hadir antara lain Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Ketua Dewan Etik Partai Golkar Moh. Hatta, Wakil Ketua MPR Kahar Muzakir, Wakil Ketua DPR Sari Yuliati, Ketua Fraksi Partai Golkar Sarmuji, Bendahara Partai Golkar Putri Komarudin, mantan Ketua DPR Setya Novanto, mantan Ketua Fraksi Andi Matalata, Robert Kardinal serta para anggota Fraksi Partai Golkar DPR.
Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini mengingatkan, berdasarkan hasil Pemilu 2024, Golkar menempati posisi kedua perolehan kursi DPR terbanyak dengan jumlah 102 kursi. Konfigurasi ini memberi ruang strategis dalam pembentukan undang-undang, pembahasan APBN, hingga fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Kekuatan politik Fraksi Partai Golkar tersebut harus diterjemahkan menjadi kerja legislasi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Di tengah perubahan global dan dinamika politik nasional, DPR harus menjadi jangkar demokrasi. Fraksi Partai Golkar memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan setiap proses legislasi berjalan transparan, partisipatif, serta berpijak pada kepentingan rakyat luas,” kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, perayaan HUT ke-58 Fraksi Partai Golkar merupakan bagian dari konsolidasi internal menghadapi agenda legislatif ke depan. Momentum ini sebagai pengingat bahwa perjalanan politik panjang harus diiringi dengan integritas, etika kekuasaan, dan komitmen pada kepentingan bangsa.
“Perayaan HUT ke-58 ini harus menjadi energi baru untuk memastikan demokrasi menghasilkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Fraksi Partai Golkar juga harus menjadi contoh bagaimana politik dijalankan secara beradab, profesional, dan berorientasi pada kepentingan nasional,” pungkas Bamsoet. (*)









