Gugun Gumilar: Toleransi Bukan Sekadar Slogan, Negara Harus Hadir Memberikan Keadilan

Nasional13 views

Kesbangnews.com – Kementerian Agama RI merespons sorotan publik terkait persoalan intoleransi yang mencuat dalam pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Taman Kopo Indah, Bandung, Jawa Barat. Pemerintah memastikan pembangunan gereja tersebut dapat kembali dilanjutkan setelah seluruh proses perizinan dinyatakan selesai.

 

Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk menghambat pembangunan rumah ibadah apabila seluruh persyaratan administratif dan perizinan telah dipenuhi.

 

Dalam keterangannya melalui akun media sosial, Gugun menyampaikan bahwa izin mendirikan bangunan (IMB) GBI Taman Kopo Indah telah diterbitkan pada Senin, 31 Agustus 2026.

 

“Saya menegaskan bahwa pembangunan gereja tersebut dapat segera dilanjutkan karena seluruh proses perizinan telah diselesaikan,” tegas Gugun saat berada di Bandung.

 

Menurutnya, persoalan rumah ibadah harus disikapi secara adil, bijaksana, dan berlandaskan ketentuan hukum. Kebebasan menjalankan ibadah merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang wajib dihormati dan dilindungi.

 

Gugun juga menegaskan bahwa komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat kerukunan umat beragama tidak boleh berhenti pada pernyataan, tetapi harus diwujudkan melalui kehadiran dan langkah nyata di tengah masyarakat.

 

Agenda berikutnya, Gugun menyebut akan melanjutkan kunjungan ke Pondok Pesantren Sukoharjo. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus hadir secara adil dalam merespons berbagai persoalan masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang.

 

“Saya akan berusaha berlaku adil. Satu per satu harus ditangani. Tugas saya banyak, dalam sehari bisa mengunjungi lima hingga sepuluh titik,” ungkapnya.

 

Di tengah padatnya agenda tersebut, Gugun mengajak masyarakat untuk bersabar dan memberikan ruang bagi penyelesaian berbagai persoalan secara bertahap.

 

Komitmen kemanusiaannya juga ditunjukkan melalui kunjungan ke Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia mengaku turun langsung menemui keluarga santri yang menjadi korban peristiwa kebakaran dan memberikan bantuan tunai menggunakan dana pribadinya.

 

Perhatian tersebut menjadi bagian dari kepeduliannya terhadap keberlangsungan pendidikan para korban. Sebagaimana diberitakan Tribunnews, dua korban di Lombok dipastikan tetap dapat melanjutkan pendidikan.

 

Langkah-langkah tersebut memperlihatkan pentingnya kehadiran negara dalam memberikan perlindungan, kepastian, dan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

Bagi Gugun, menjaga kerukunan bukan sekadar membangun hubungan baik antarumat beragama, melainkan memastikan setiap warga negara memperoleh hak yang sama, baik dalam menjalankan ibadah maupun mendapatkan perhatian dan perlindungan dari negara.

 

Keadilan, toleransi, dan kemanusiaan harus hadir dalam tindakan nyata, bukan sekadar menjadi slogan.

News Feed