_Sebuah Refleksi Kunjungan Ke Jepang & Korea Selatan_

Nasional1,173 views

*Bahlil, Sekali Dayung, Dua Negara Bawa Berkah?*

_

Fantastis! Itulah ungkapan yg bisa kita berikan ke menteri Bahlil, dari dpt “berkah” di Jepang, ia kembali membawa sebuah kabar luar biasa saat tiba di negara Ginseng, Korea Selatan..Dgn energi fosil saja, problematika kekurangan BBM khusus gas elpiji, sdh bisa ditangani..

Jika proyek Jepang berupa pembgunan eksplorasi blok Masela dgn nilai proyek 350 triliun berdiri, hingga beroperasi, maka ketergantungan elpiji terhadap APBN, dgn sendirinya selesai. Bonusnya, Indonesia akan menjadi pemain di pasar gas dunia, alias bukan lagi sbg konsumen..Kbr yg spektakuler.

Sementara ketika tiba di korea selatan, menteri Bahlil kembali mendapat berkah di negara ini..Korea Selatan, siap berinvestasi 200 triliun rupiah, utk energi bersih & terbarukan.. Apa yg ada di pikiran kita, ketika sekali berkunjung ke luar negeri, menteri Bahlil mampu membawa investasi asing sebesar 550 triliun, utk proyek Transisi Energi di dlm negeri?

Apreseasi & respek tingkat dewa utk menteri Bahlil , saat hadir di Jepang & Korea selatan bersama Presiden Prabowo..Saya pun menjuluki perjalanan ke luar negeri menteri Bahlil ini sbg, sekali Dayung, Dua Negara memberi berkah fantastis .

Setelah mengumumkan BBM di dlm negeri flat atau tdk naik pada tgl 1 Maret, menteri Bahlil bergerak cepat di Jepang & Korea melakukan aksi konkret..

Menteri mantan sopir angkot ini, hanya berselang 1 hr berbicara utk publik dlm negeri agar tenang ditengah gejolak global, besoknya, ia kembali memberi kabar kejutan ttg paket Jepang & Korsel, yg segera ia eksekusi ketika pulang..

*Jepang & Korea Selatan Sbg Partner*

Mengetahui Dua Negara ini, sama dgn mengenal siapa sebenarnya mitra kita.. Jepang punya keunggulan teknologi yg sgt maju..Bukan baru 5 -10 thn kita bermitra dgn negara ini, tp Infonesia sdh bermitra dgn Jepang sdh puluhan thn..Sdh banyak bentuk2 kerjasama, yg saling menguntungkan.

Sbg negara yg konsisten membayar utang tanpa cacat, investasi Jepang utk kerjasama dibidang energi fosil, jgn diragukan..Kepercayaan dua pihak adalah pondasi penting Jepang & Indonesia, dpt tumbuh sbg mitra yg sejajar .Kata Presiden Prabowo, 25 thn belakangan, Indonesia sdh sgt berbeda mengelola negaranya.

Mksd Presiden ini mungkin ttg keterbukaan Indonesia, stlh reformasi thn 1998, sdh sgt berbeda..Demokrasi tumbuh kuat, transparansi pun jadi budaya baru hingga etos bangsa, yg terus berpacu dgn kompetisi global..Faktor2 ini akan menjadi pondasi kerjasama dua negara membangun kawasannnya dgn tangguh..

Tdk berbeda dgn Korea Selatan, negara ini pun termasuk negara maju dlm bidang tekhnologi, elektronik dll..Utk genzi, Korsel adalah kiblat K.pop dunia, yg sgt familiar di kebudayaan pop generasi muda..

Negara ini, sdg mengembangkan energi non fosil yg ramah lingkungan, sehingga kemitraannya dgn Indonesia dlm proyek energi bersih & terbarukan, adalah kebutuhan mendesak..Lebih2 ditengah perang global, isu lingkungan terkait _climate Change_ & energi yg tdk akan pernah habis, cocok dgn spirit pembgunan yg berkelanjutan.

Itulah sedikit ttg profil negara mitra Indonesia, yg di datangi menteri Bahlil, selama berada di Jepang & Korsel. Tunggu apa lagi? Investasi sdh ada, _Political Will_ sdh ditangan plus visi kemandirian & kedaulatan Energi jelas, maka saatnya Indonesia bertransformasi dibawah kendali menteri ESDM, yg mmg dikenal antara bicara & aksi satu “konsonan” yg padu .

Saat org sibuk bicara tekanan inflasi, APBN yg terkuras dari “kepungan” perang Global, hingga prediksi _chaos_ bulan Agustus dll, menteri Bahlil lebih memilih sibuk menciptakan sumber2 pendapatan baru dgn kreatif..Karena hanya dgn cara2 kreatif membangun bangsa, apapun bisa diselesaikan dgn tenang.. Membawa investor, menciptakan lapangan kerja & pendapatan baru dll, konsolidasi baru lebih bisa dirawat..

*Penutup*

Dgn investasi energi bersih, kota2 berpolusi parah seperti Jakarta, akan bersih..3 thn mendatang, jika proyek transformasi seperti kendaraan listrik menggantikan BBM berbahan fosil sukses, maka tugas menteri Bahlil sbg ketua Transisi Energi dari Presiden, bisa disebut sukses.. Di kondisi ini, teknologi anugerah Tuhan, angin, matahari & sampah yg sdh di daur ulang akan menggantikan semuanya, yg berbahan baku fosil .

Di saat yg sama, BBM kita yg msh bergantung dari impor & dikuasai mafia, juga sdh mampu diselesaikan menteri Bahlil. Storage2 penampungan dibangun, kilang2 baru di maksimalkan, hingga hilirisasi energi lewat produk pertanian digenjot dgn spirit modernisasi, maka Indomesia 2040, kita akan jadi negara swasembada energi yg tangguh..

Jika perang belum berakhir thn itu, tdk ada lagi menteri yg ngurus energi, memiliki nasib seperti menteri Bahlil . Ditekan publik, hrs begadang & kurang istirahat krn memikirkan nasib rakyat yg kesulitan gas elpiji..Di era menteri Bahlil, semua itu sdh dibereskan. Akhirnya terimaksh menteri Bahlil, yg sukses membawa investasi dari Jepang & Korea Selatan sebesar 550 triliun rupiah .

Lamadi de Lamato
_Direktur Eksekutif Abuleke Institute_

News Feed