
Dalam kesempatannya King of Nusantara Sultan Paser 18, Dr. M.H. Andrian, ST., MBA, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan dan pelaku usaha yang hadir. Ia menegaskan, forum tersebut merupakan bagian dari komitmen AAMECC Indonesia dalam membangun kerja sama ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi bangsa.
“Kegiatan ini saya dedikasikan sebagai bukti bhakti karya bagi Bangsa Indonesia melalui Trilogi Perjuangan AAMECC, khususnya di bidang ekonomi, pangan, dan energi,” ujar King Of Nusantara Sultan Paser Ke 18.
Ia menilai penguatan kerja sama internasional harus dibangun dengan tetap mengedepankan potensi dan kearifan lokal Indonesia. Dengan pendekatan tersebut, hubungan bisnis tidak sekadar berorientasi pada transaksi, tetapi diarahkan untuk menghasilkan kemitraan jangka panjang.
Forum Harmony Indonesia juga memiliki makna strategis karena digelar dalam momentum peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, lahirnya UUD 1945, 71 tahun Konferensi Asia Afrika di Bandung, serta sembilan tahun berdirinya Wadah Tunggal Majelis Agung Raja Sultan Indonesia.
Tiga Fokus Strategis
AAMECC Indonesia membawa tiga fokus utama dalam forum tersebut.
1. Penguatan ekonomi nasional melalui peningkatan keterlibatan pengusaha internasional untuk bersinergi secara langsung dengan pengusaha lokal.
2. Kerja sama sektor strategis, khususnya dalam bidang ekonomi, pangan, energi, dan sektor prioritas lainnya melalui jaringan AAMECC Global.
3. Dukungan terhadap visi pembangunan nasional dengan menyelaraskan program kerja AAMECC bersama pemerintah dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menuju Indonesia Emas 2045.
“Sinergi antara pengusaha nasional dan internasional harus mampu menciptakan investasi, membuka lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kemandirian energi,” demikian pesan yang mengemuka dalam forum tersebut.
Africa Asia Middle East Chamber of Commerce (AAMECC) Indonesia adalah organisasi kamar dagang yang berkomitmen mendorong kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi antara Indonesia dengan negara-negara di kawasan Afrika, Asia, dan Timur Tengah.















