Editor: TEUKU HUSAINI
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM), Andre Rosiade, bersama jajaran pimpinan PT Kereta Api Indonesia (KAI) kini tengah menggodok rencana strategis menghadirkan layanan commuter line di Kota Padang sebagai solusi transportasi massal yang modern dan terintegrasi. Ide ini mulai menguat setelah pertemuan penting antara Andre Rosiade dan Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, di Jakarta Railway Centre (JRC), Jakarta, Jumat lalu.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang, dibahas kemungkinan menjadikan commuter line sebagai bagian dari sistem transportasi publik utama di Padang untuk menjawab tantangan kemacetan sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Menurut Andre Rosiade, layanan commuter line di Padang bisa menjadi alternatif angkutan massal yang efisien. Ia mengatakan bahwa PT KAI bahkan membuka peluang agar kereta bandara yang saat ini melayani rute Bandara Internasional Minangkabau dapat diperluas rutenya hingga menjangkau pusat-pusat kegiatan masyarakat di Kota Padang seperti Indarung dan Teluk Bayur. Hal ini diharapkan bukan hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di ibu kota Provinsi Sumatera Barat.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, yang juga merupakan putra daerah Sumatera Barat, menyatakan kesiapan perusahaan dalam mendukung gagasan tersebut. Ia menyebutkan bahwa PT KAI terbuka untuk menjajaki lebih jauh pengembangan transportasi publik berbasis rel ini apabila secara teknis dan operasional peluangnya memungkinkan. Dukungan teknis dari pihak KAI dipandang sebagai elemen penting untuk mewujudkan commuter line di Padang.
Sebagai langkah awal dari proses ini, Andre Rosiade mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Dirut KAI dan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, telah menjadwalkan peninjauan lapangan pada pertengahan Februari mendatang. Rencananya, peninjauan akan berlangsung pada 18 atau 19 Februari 2026, untuk melihat titik-titik potensial yang bisa dijadikan rute layanan commuter line di Kota Padang secara langsung.
Rencana ini juga menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat infrastruktur transportasi di Sumatera Barat. Selain commuter line, sejumlah proyek strategis lain turut dibahas, seperti pembangunan flyover dan jalur penyelamatan darurat yang ditujukan untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan konektivitas regional, sesuai dengan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan solusi konkret atas persoalan transportasi di daerah.
Dengan langkah-langkah yang terencana ini, harapan masyarakat Sumatera Barat, khususnya masyarakat Kota Padang, untuk mendapatkan moda transportasi massal yang terintegrasi semakin terbuka lebar. Kehadiran commuter line di kota ini dipandang akan membawa perubahan signifikan dalam mobilitas harian warga sekaligus meningkatkan kualitas hidup di kawasan urban yang terus berkembang.







