Apresiasi Konsolidasi PEMIRA, Sekjen PERMAHI Tegaskan Peran Strategis Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

Nasional489 views

Sekjen DPN PERMAHI Afghan Ababil Apresiasi PEMIRA, Ajak Pemuda Kawal Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045

JAKARTA, KESBANG||NEWS— Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPN PERMAHI), Muhammad Afghan Ababil, mengapresiasi komitmen Pemuda Indonesia Raya (PEMIRA) dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, keberadaan PEMIRA merupakan langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi generasi muda sekaligus menghadirkan ruang perjuangan bagi pemuda dalam mengambil bagian aktif dalam pembangunan bangsa.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul konsolidasi anggota PEMIRA di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (17/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Koordinator PEMIRA, Bintang Wahyu Saputra, menegaskan komitmen organisasinya untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan pelaksanaan Asta Cita melalui deklarasi delapan poin menuju Indonesia Emas 2045.

Muhammad Afghan Ababil menilai, dukungan pemuda terhadap agenda pembangunan nasional perlu ditempatkan sebagai bagian dari tanggung jawab kebangsaan. Pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton atas arah perjalanan bangsa, tetapi harus mengambil peran sebagai kekuatan penggerak yang mampu mengawal, mengkritisi, sekaligus berkontribusi terhadap pelaksanaan kebijakan negara demi kepentingan masyarakat luas.

“Saya mengapresiasi Pemuda Indonesia Raya yang mengambil inisiatif untuk menjadi garda terdepan dalam menyukseskan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Bagi saya, PEMIRA bukan sekadar organisasi kepemudaan, melainkan harus menjadi rumah bersama bagi generasi muda untuk menyatukan gagasan, membangun kapasitas, dan melanjutkan mandat historis Sumpah Pemuda dalam konteks tantangan zaman hari ini,**” ujar Muhammad Afghan Ababil.

Ia menegaskan, semangat Sumpah Pemuda yang lahir pada 28 Oktober 1928 tidak boleh berhenti sebagai romantisme sejarah atau seremoni tahunan. Sumpah Pemuda merupakan mandat kebangsaan yang harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata, terutama dalam memperkuat persatuan, membangun kemandirian nasional, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memastikan generasi muda memiliki kesempatan yang setara untuk berkontribusi bagi Indonesia.

Dalam konteks tersebut, Afghan memandang PEMIRA memiliki peluang untuk menjadi ruang artikulasi aspirasi pemuda lintas latar belakang sekaligus wadah pembentukan kepemimpinan generasi muda yang berorientasi pada kepentingan nasional. Dukungan terhadap Asta Cita, menurutnya, harus diwujudkan melalui keterlibatan yang konkret, terukur, dan berkelanjutan, bukan semata-mata melalui pernyataan politik.

“Melanjutkan mandat Sumpah Pemuda berarti memastikan bahwa persatuan tidak berhenti pada kesamaan identitas, tetapi berkembang menjadi kesamaan tanggung jawab untuk memajukan bangsa. Pemuda harus hadir dengan gagasan, kompetensi, integritas, dan keberanian untuk mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan nasional. Di sinilah organisasi seperti PEMIRA memiliki peran penting sebagai ruang pembinaan dan konsolidasi generasi muda,**” tegasnya.

Lebih lanjut, Afghan menyampaikan bahwa dukungan terhadap pemerintah dan agenda pembangunan nasional harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab intelektual dan kontrol sosial. Menurutnya, partisipasi pemuda yang konstruktif bukan berarti meniadakan sikap kritis, melainkan memastikan setiap kebijakan publik dilaksanakan secara efektif, berkeadilan, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menilai, keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas generasi penerus bangsa. Peningkatan akses pendidikan, perluasan kesempatan kerja, penguatan kewirausahaan, pemerataan pembangunan, serta pembentukan karakter dan integritas pemuda merupakan elemen penting yang harus mendapatkan perhatian berkelanjutan.

“Asta Cita harus menjadi agenda bersama yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pemuda harus mengambil posisi sebagai bagian dari solusi. Kita mendukung setiap ikhtiar pembangunan yang berorientasi pada kepentingan rakyat, sekaligus memastikan bahwa cita-cita besar bangsa diterjemahkan ke dalam kebijakan yang nyata dan dapat dipertanggungjawabkan,” lanjutnya.

Sebagai Sekretaris Jenderal DPN PERMAHI, Afghan juga memandang bahwa kolaborasi antarlembaga kepemudaan menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan Indonesia ke depan. Perbedaan latar belakang organisasi seharusnya tidak menjadi penghalang untuk membangun agenda bersama yang berorientasi pada kepentingan nasional, penegakan hukum, demokrasi, dan kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap PEMIRA dapat terus memperkuat konsolidasi internal, memperluas ruang partisipasi generasi muda, serta menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan demikian, organisasi kepemudaan tidak hanya menjadi ruang berhimpun, tetapi juga menjadi tempat lahirnya gagasan, kepemimpinan, dan pengabdian bagi bangsa.

“Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud hanya dengan menunggu datangnya momentum. Ia harus dipersiapkan sejak sekarang melalui kerja kolektif, persatuan, dan keberanian generasi muda untuk mengambil tanggung jawab. Saya berharap PEMIRA dapat terus menjadi rumah bagi pemuda Indonesia untuk menjaga semangat Sumpah Pemuda, memperkuat persatuan nasional, dan mengambil peran nyata dalam menentukan masa depan bangsa,” tutup Muhammad Afghan Ababil.(Red)

News Feed