Audiensi Strategis KABU–Puslapdik, Empat Rekomendasi Besar untuk Masa Depan Beasiswa Unggulan

Nasional32 views

Kesbangnews.com – Komunitas Awardee Beasiswa Unggulan (KABU) Indonesia mengunjungi Puslapdik dalam rangka audiensi aspirasi penerima beasiswa unggulan. Audiensi ini berlangsung di Komplek Kemdikdasmen Gedung C lantai 13. Tim KABU Indonesia diwakili oleh Sandewa Jopanda, S.Sos (Ketua), Muh. Damri (Sekretaris), dan Muhammad Hajrin Nur, S.Tr.Pi dan diterima oleh Tim Beasiswa Unggulan Puslapdik yang dipimpin oleh Aji Kusumanto, SE, M.SE. Kamis, 9 Juli 2026

 

Audiensi ini bertujuan untuk menyampaikan hasil survei yang telah dilakukan KABU Indonesia mengenai persepsi awardee (penerima beasiswa) terhadap pengelolaan beasiswa unggulan (BU) dan aspirasi yang diharapkan untuk pengembangan BU ke depannya. Survei tersebut diikuti oleh 332 responden dengan margin of error 5%, yang kemudian di susun dalam

bentuk policy brief dan dipresentasikan melalui PowerPoint (PPT).

 

Survei ini menampung aspirasi kondisi yang dihadapi para awardee di lapangan akibat tekanan ekonomi yang makin berat dan sejumlah tantangan akademik. Tekanan ekonomi tersebut tidak dapat dilepaskan dari biaya hidup diberbagai daerah yang tidak seragam sehingga biaya hidup yang diberikan perlu ditinjau kembali. Sementara tuntutan publikasi semakin banyak dari kampus tetapi mahasiswa kesulitan membayar biaya publikasi (article processing charge/APC). KABU juga menyebut bahwa saat ini BU yang sudah berusia 20 tahun belum memiliki komunitas resmi, sehingga ini banyak sekali komunitas yang mengatasnamakan Puslapdik dan menjadi sumber misinformasi dan penipuan. KABU mengatakan telah melakukan konsolidasi nasional perdana pada 29 Juli 2026 dimana seluruh peserta se Indonesia baik individu maupun BU daerah dan kampus mengharapkan hadirnya komunitas yang mewadahi awardee dan alumni BU.

 

Adapun rekomendasi yang dibawa dari KABU Indonesia kepada Puslapdik

1. Reformulasi biaya hidup berdasarkan klaster kota

2. Penambahan komponen biaya akomodasi bagi penerima Beasiswa Unggulan.

3. Penambahan bantuan dana penelitian, khususnya bagi mahasiswa jenjang S2 dan S3.

4. Pembentukan dan penguatan jejaring komunitas awardee BU serta Alumni Beasiswa Unggulan sebagai mitra komunikasi dan penyebaran informasi.

 

Tim Beasiswa Unggulan Puslapdik menanggapi bahwa saat ini lebih berfokus pada

Peningkatan jumlah penerima beasiswa (kuantitas), bukan meningkatkan besaran bantuan yang diterima setiap awardee. Sementara anggaran yang tersedia juga terbatas. Pada 2025 lalu, Puslapdik akhirnya bisa mendorong kuota phingga 2700 penerima.

Puslapdik menyadari bahwa terdapat perbedaan biaya hidup antarwilayah. Namun, penerapan skema biaya yang berbeda untuk setiap daerah dinilai cukup kompleks dari sisi penganggaran maupun implementasi. Sedangkan untuk penambahan dana penelitian untuk penerima pascasarjana, Puslapdik memahami betul kondisi tersebut tetapi anggaran yng terbatas menjadi hambatan. Untuk dapat diketahui dukungan itu biasanya di lakukan dengan program Pengembangan Kompetensi dan Menulis Akademik (PKMA), namun tahun ini pelaksanaannya belum dapat dipastikan. Puslapdik mendorong mahasiswa untuk lebih aktif mencari sumber pendanaan lain, baik untuk kegiatan penelitian maupun publikasi ilmiah, karena hal ini tidak menyalahi aturan kontrak.

 

Puslapdik menyambut hangat mengenai pembentukan Komunitas Awardee Beasiswa Unggulan secara nasional. KABU Indonesia berharap bahwa komunitas tersebut harus menerima informasi resmi dari puslapdik dan bila hal tersebut dipercayakan kepada KABU Indonesia maka proses konsolidasi berikutnya akan mengikutsertakan Puslapdik agar komunitas BU daerah dan kampus lebih percaya dan bisa lebih terkoordinir ke depannya. KABU menilai BU sudah seharusnya memiliki komunitas seperti MataGaruda LPDP, namun bila terkendala anggaran, KABU siap untuk mejadi penghubung antara puslapdik dan awardee, namun tentu perlu informasi resmi dari Puslapdik. Upaya ini dilakukan untuk :

* Mengurangi miskomunikasi dan misinformasi.

* Membantu calon penerima maupun awardee aktif memperoleh informasi yang benar.

 

Puslapdik menyampaikan gagasan agar mekanisme komunitas tersebut mengadopsi konsep seperti BPI, yaitu adanya “Lurah Awardee” di setiap kampus. KABU menjelaskan bahwa siap memfasilitasi pertemuan nasional secara daring dengan lebih dari 50 komunitas BU Daerah dan kampus se Indonesia. Respons ini menjadi sinyal positif bahwa pembentukan jejaring komunitas Awardee Beasiswa Unggulan mendapatkan dukungan dari Puslapdik.

 

 

Seluruh rekomendasi tersebut akan disampaikan kepada pimpinan Puslapdik dan Kemdikdasmen sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan ke depannya. Audiensi 3 jam tersebut diakhiri dengan penyerahan simbolis policy brief dan foto bersama.

News Feed