Ayat Suci Bukan Gimmick: Pemuda Kota RI Desak Investigasi Menyeluruh Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol

Nasional548 views

Kesbangnews.com – Polemik terkait beredarnya video challenge hafalan Al-Qur’an yang disebut berlangsung di kawasan Ancol, Jakarta, dengan hadiah berupa minuman keras (miras), mendapat sorotan dari Pemuda Kota Republik Indonesia (Pemuda Kota RI).

 

Pemuda Kota RI menilai persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan hanya melalui klarifikasi. Menurut mereka, setiap penjelasan yang disampaikan kepada publik perlu diuji dengan fakta dan rangkaian kejadian yang terekam dalam video.

 

Sorotan terutama tertuju pada format challenge hafalan Al-Qur’an, termasuk pembacaan Surat Ad-Dhuha, yang dalam video disebut dikaitkan dengan pemberian hadiah berupa sebotol minuman keras. Munculnya sorakan dan ekspresi kegembiraan dalam video juga menjadi bagian yang dinilai perlu diperjelas secara utuh agar publik memperoleh gambaran yang objektif mengenai konteks kegiatan tersebut.

 

Pemuda Kota RI menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan kitab suci yang memiliki kedudukan fundamental bagi umat Islam sehingga penggunaannya dalam sebuah aktivitas publik harus dilakukan dengan penuh penghormatan dan tanggung jawab.

 

“Ayat suci bukan gimmick komersial. Karena itu, persoalan ini harus dilihat secara utuh, bukan sekadar berhenti pada klarifikasi. Publik berhak mengetahui fakta sebenarnya,” demikian sikap yang disampaikan Pemuda Kota RI.

 

Pemuda Kota RI meminta dilakukan penelusuran menyeluruh terhadap video yang beredar, termasuk memastikan konteks kegiatan, pihak yang terlibat, mekanisme challenge, pemberian hadiah, serta siapa yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

 

Menurut Pemuda Kota RI, pemeriksaan juga penting dilakukan terhadap peran pembawa acara atau MC, penyelenggara kegiatan atau event organizer (EO), pihak pemberi hadiah maupun brand yang disebut berkaitan dengan kegiatan tersebut. Jika kegiatan berlangsung di kawasan yang berada dalam pengelolaan BUMD atau institusi tertentu, aspek pengawasan dan prosedur penyelenggaraan juga dinilai perlu dievaluasi sesuai fakta yang ditemukan.

 

“Yang harus dibuka bukan hanya siapa yang memberikan hadiah, tetapi juga bagaimana kegiatan itu bisa berlangsung, siapa yang merancang, siapa yang mengawasi, dan bagaimana penggunaan materi keagamaan dalam kegiatan tersebut,” tegasnya.

 

Pemuda Kota RI juga menilai klarifikasi dari pihak-pihak terkait tetap penting, tetapi klarifikasi tersebut harus ditempatkan sebagai bagian dari proses verifikasi, bukan sebagai akhir dari persoalan.

 

“Kalau ada klarifikasi bahwa kejadian tersebut spontan atau di luar perencanaan, tentu harus diuji dengan fakta video, keterangan para pihak, serta kronologi kegiatan. Jangan sampai publik hanya menerima satu versi tanpa pemeriksaan yang menyeluruh,” lanjutnya.

 

Pemuda Kota RI mendorong pihak-pihak terkait untuk membuka informasi secara transparan agar polemik tidak berkembang menjadi kesimpangsiuran di tengah masyarakat.

 

Selain itu, evaluasi terhadap mekanisme pengawasan kegiatan di ruang publik juga dinilai penting. Hal tersebut diperlukan agar penggunaan simbol, ayat, maupun aktivitas keagamaan dalam kegiatan hiburan atau komersial tidak menimbulkan persoalan serupa di kemudian hari.

 

Pemuda Kota RI menyatakan siap melakukan konsolidasi dengan sejumlah unsur pemuda di lima wilayah Jakarta untuk mengawal persoalan tersebut secara proporsional dan berdasarkan fakta.

 

“Kami tidak ingin membangun opini berdasarkan asumsi. Justru karena itu, kami meminta fakta dibuka, video diperiksa, pihak-pihak terkait dimintai keterangan, dan rantai tanggung jawabnya dijelaskan secara terang,” ujarnya.

 

Pemuda Kota RI menegaskan bahwa langkah tersebut bukan ditujukan untuk menghakimi pihak tertentu, melainkan untuk memastikan persoalan yang menyangkut penggunaan ayat suci dalam ruang publik dapat ditangani secara transparan, bertanggung jawab, dan sesuai fakta.

 

Mereka berharap seluruh pihak dapat memberikan klarifikasi secara terbuka sehingga masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai latar belakang, pelaksanaan, serta pihak-pihak yang terlibat dalam challenge tersebut.

 

News Feed