Bamsoet Apresiasi Operasi Ambush Marinir Persempit Ruang Gerak Kelompok Bersenjata

Nasional340 views

 

 

*JAKARTA* — Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Warga Kehormatan Korps Marinir, penerima Brevet Kehormatan Anti Teror Aspek Laut dan Intai Para Amphibi Korps Marinir, Bambang Soesatyo, memberikan apresiasi kepada Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto yang menerima penghargaan dari Kepala Staf Angkatan Laut atas keberhasilan operasi ambush terhadap kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam penugasan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 4 Marinir, periode Juli 2025 hingga April 2026. Operasi tersebut berhasil menyita dua senjata api rakitan dan 22 butir amunisi, sekaligus mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata di wilayah perbatasan Papua.

 

“Keberhasilan ini menunjukkan profesionalisme, keberanian, dan ketajaman intelijen prajurit Marinir kita. Ini bukan sekadar operasi militer, tetapi bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara dan melindungi masyarakat sipil di Papua,” ujar Bamsoet di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

 

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menilai keberhasilan operasi ambush tersebut mencerminkan pola pendekatan yang semakin adaptif dari TNI, khususnya Korps Marinir, dalam menghadapi dinamika konflik bersenjata di Papua. Dalam beberapa tahun terakhir, pola gangguan keamanan oleh kelompok bersenjata seperti OPM cenderung sporadis, berpindah-pindah lokasi, serta memanfaatkan kondisi geografis yang ekstrem. Data berbagai laporan keamanan menunjukkan intensitas gangguan bersenjata di Papua masih terjadi, terutama di wilayah pegunungan dan perbatasan yang menuntut respons taktis dan berbasis intelijen.

 

“Operasi seperti ini menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh kelompok bersenjata. Setiap jengkal wilayah NKRI harus berada dalam kendali negara,” kata Bamsoet.

 

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia menuturkan, keberhasilan penyitaan senjata dan amunisi memiliki dampak strategis dalam memutus rantai suplai logistik kelompok bersenjata. Dalam banyak kasus, keterbatasan senjata dan amunisi menjadi faktor yang signifikan dalam melemahkan kemampuan kelompok separatis untuk melakukan serangan. Karena itu, operasi yang terukur dan presisi dinilai sebagai langkah penting dalam menciptakan stabilitas keamanan jangka panjang di Papua.

 

“Setiap senjata ilegal yang berhasil diamankan berarti satu potensi ancaman terhadap masyarakat berhasil dicegah,” pungkas Bamsoet. (*)

News Feed