Bamsoet Tegaskan Kepemimpinan Harus Dibentuk Sejak Usia Muda*

Nasional527 views

*Bamsoet Tegaskan Kepemimpinan Harus Dibentuk Sejak Usia Muda*

*JAKARTA* – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menegaskan pentingnya membangun kepemimpinan sejak usia muda sebagai fondasi menghadapi kompleksitas tantangan abad ke-21. Di tengah dinamika global yang ditandai oleh percepatan teknologi, disrupsi ekonomi, dan perubahan sosial, generasi muda dituntut tidak sekadar unggul secara akademik, tetapi juga memiliki visi, kemampuan mengambil keputusan, serta integritas yang kuat. Laporan World Economic Forum 2025 menempatkan kemampuan berpikir strategis dan kepemimpinan sebagai dua dari sepuluh keterampilan utama yang harus dimiliki generasi masa depan.

“Kepemimpinan itu bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba ketika seseorang sudah punya jabatan. Kepemimpinan justru dibentuk sejak muda, sejak di bangku sekolah, dari hal-hal sederhana yang kita lakukan setiap hari,” ujar Bamsoet saat menjadi pembicara Leadership and Organizational Training of Student (LOTUS) 2026 SMA Labschool Bintaro, Kamis (23/4/26).

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menuturkan, kepemimpinan visioner menjadi elemen utama yang harus ditanamkan kepada generasi muda. Pemimpin yang visioner mampu merumuskan arah masa depan dan menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, jumlah generasi muda Indonesia mencapai 66 juta jiwa, memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak pembangunan nasional. Namun, potensi tersebut membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan melalui pendidikan karakter dan pengalaman organisasi.

“Pemimpin yang baik adalah mereka yang punya visi, punya gambaran jelas tentang masa depan yang ingin dicapai, lalu mampu mengajak orang lain bergerak bersama menuju tujuan itu,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menekankan, integritas dan etika merupakan pilar utama dalam kepemimpinan. Integritas merupakan fondasi utama kepemimpinan. Kepercayaan publik, termasuk dalam lingkup kecil seperti sekolah, sangat ditentukan oleh konsistensi antara ucapan dan tindakan. Fenomena krisis kepercayaan yang terjadi di berbagai sektor saat ini menunjukkan betapa pentingnya integritas sebagai modal sosial. Di lingkungan sekolah, nilai ini dapat dilatih melalui sikap jujur, disiplin, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

“Integritas itu sederhana, kesesuaian antara apa yang kita katakan dan apa yang kita lakukan. Kalau seorang pemimpin tidak punya integritas, kepercayaan akan hilang dengan sendirinya,” ungkap Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjajaran ini menambahkan, etika dalam kepemimpinan tercermin melalui sikap menghargai orang lain, adil, serta mampu menjadi teladan. Kepemimpinan yang berorientasi pada kekuasaan semata dinilai tidak lagi relevan di era modern. Sebaliknya, pendekatan kepemimpinan yang mengedepankan nilai moral dan keteladanan terbukti lebih efektif dalam membangun kepercayaan dan solidaritas tim, baik di lingkungan pendidikan maupun masyarakat luas.

“Pemimpin adalah seorang yang mau berkorban waktu, harta dan perasaan. Pemimpin juga harus mampu membaca yang tidak tertulis dan mampu mendengar apa yang tidak terucap,” pungkas Bamsoet. (*)

News Feed