Banyak yang Belum Tahu! Inilah Sosok Raja Burhanuddin, Komandan Pertama Tanah Abang Asal Minang yang Disegani Belanda

Umum35 views

 

Nama Tanah Abang hari ini mungkin identik dengan kemacetan dan pusat grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara. Namun, siapa sangka jika di balik sejarah panjang kawasan ini, terdapat jejak emas seorang putra Minangkabau yang berdiri gagah sebagai penguasa pertama di jantung Betawi?

Beliau adalah Raja Burhanuddin, sosok yang menyandang gelar “Urang Bagak” (Orang Berani) sejati. Di masa ketika pribumi sering dianggap sebelah mata, Raja Burhanuddin justru tampil sebagai komandan distrik yang kepemimpinannya diakui secara resmi oleh pemerintah kolonial.

Diplomat Ulung yang Memikat Amsterdam
Lahir di Padang, Sumatera Barat, Raja Burhanuddin bukanlah sosok sembarangan. Sebelum menapakkan kaki di Batavia, ia telah mengukir prestasi sebagai diplomat ulung di wilayah konflik seperti Aceh dan Sumatra Timur.

Kecerdasannya dalam bernegosiasi dan menengahi pertikaian antar-penguasa lokal membuatnya dianugerahi Ridder van de Militaire Willemsorde, sebuah bintang penghargaan tertinggi dari Kerajaan Belanda. Bahkan, majalah bergengsi Bintang Hindia yang terbit di Amsterdam pada awal abad ke-20, memuat pujian setinggi langit atas kewibawaan dan kecerdasan sang putra Minang ini.

Menjadi ‘Raja’ di Tanah Abang
Keberhasilan Raja Burhanuddin membawanya pada posisi strategis sebagai Kepala atau Komandan Distrik Tanah Abang. Pada paruh kedua abad ke-19, posisi ini merupakan jabatan krusial mengingat Tanah Abang sudah menjadi urat nadi ekonomi di ibukota Hindia Belanda.

Bukan sekadar administratif, peran Raja Burhanuddin di sana menunjukkan bahwa seorang perantau Minang mampu memecah dominasi elit kolonial. Ia menjadi representasi harga diri bangsa yang mampu memimpin dengan tegas, bermartabat, dan disegani oleh kawan maupun lawan.

Mewariskan Darah Pemimpin
Wibawa sang Komandan ternyata mengalir deras ke anak cucunya. Jejak kejayaan keluarga ini terbukti dari keturunannya yang menjadi tokoh-tokoh penting di berbagai wilayah, mulai dari perwira polisi di Tanjung Pura hingga permaisuri di Kesultanan Serdang.

Raja Burhanuddin wafat pada tahun 1903, namun “roh” kepemimpinannya seolah menetap di Tanah Abang. Tak heran jika hingga saat ini, kawasan tersebut seolah menjadi “rumah kedua” bagi masyarakat Minang, yang secara turun-temurun meneruskan kejayaan ekonomi yang pondasinya telah dirintis oleh sang legenda.

Penutup: Sebuah Warisan yang Tak Boleh Terlupakan
Mengenal Raja Burhanuddin adalah cara kita menghargai sejarah bahwa leluhur kita bukan hanya penonton, tapi pemain utama dalam sejarah besar bangsa ini. Beliau membuktikan bahwa dengan keberanian dan kecerdasan, seorang perantau bisa menjadi pemimpin di tanah yang paling keras sekalipun.

Suka dengan konten sejarah seperti ini? Mari kita sebarkan agar lebih banyak anak muda yang mengenal sosok pahlawan dan pemimpin hebat dari tanah air kita sendiri!

Sumber: Diolah dari tulisan Ramono Aryo (Padang Kita): ‘Radja Boerhanoedin, Urang Bagak Tanah Abang Asal Minang

#RajaBurhanuddin #UrangBagak #TanahAbang #Minangkabau #SejarahJakarta #TokohMinang #UrangAwak #BintangHindia #SejarahIndo #InfoPadang #PerantauMinang

News Feed