Begini Cara Satgas PRR Pastikan Penyintas Bencana Sumatera Nyaman Tinggal di Huntara* 

Nasional582 views

 

 

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus memastikan para penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat tinggal dengan lebih layak dan nyaman di hunian sementara (huntara) sambil menunggu pembangunan hunian tetap (huntap) rampung.

 

Tidak hanya mempercepat pembangunan huntara, Satgas PRR juga memastikan fasilitas dasar dan dukungan logistik tetap tersedia agar kebutuhan harian masyarakat terdampak dapat terpenuhi selama masa pemulihan berlangsung.

 

Berdasarkan data Satgas PRR per 6 Mei 2026, total huntara yang telah selesai dibangun di tiga provinsi terdampak mencapai 19.169 unit atau setara 93 persen dari target 20.433 unit.

 

Di Provinsi Aceh, pembangunan huntara telah mencapai 17.315 unit dari target 18.579 unit atau sebesar 93 persen. Sementara itu, pembangunan huntara di Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah rampung seluruhnya dengan masing-masing mencapai 1.024 unit dan 830 unit atau 100 persen dari target yang ditetapkan.

 

Juru Bicara Satgas PRR Amran mengatakan pembangunan huntara melibatkan banyak pihak, mulai dari kementerian dan lembaga pemerintah hingga komunitas dan unsur nonpemerintah yang ikut membantu percepatan penanganan penyintas bencana.

 

“Ini kita ada banyak pihak yang ikut sebagai pelaksana. Bukan hanya dari BNPB, ada dari Danantara, PU, kemudian dari beberapa pihak lainnya yang ikut membantu, beberapa ada juga komunitas. Ini tentunya secara keseluruhan masih berproses,” kata Amran dalam Konferensi pers Satgas PRR di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

 

Ia menjelaskan, progres pembangunan huntara masih terus berjalan di sejumlah lokasi yang proses pengerjaannya dilakukan secara bertahap sesuai kondisi lapangan.

 

“Memang progres data ini, sisa dari sebesar 7 persen ini sementara progres terbangun,” ujarnya.

 

Selain memastikan tempat tinggal sementara tersedia, Satgas PRR juga menyalurkan berbagai bantuan logistik untuk mendukung kenyamanan penyintas selama tinggal di huntara.

 

Di Provinsi Aceh, bantuan logistik yang telah disalurkan meliputi 44.194 paket sembako, 56.042 matras, 15.253 kompor, 14.284 kipas angin, 6.029 kasur, 40.749 kasur lipat, dan 13.813 karpet plastik.

 

Sementara di Sumatera Utara, distribusi bantuan mencakup 1.719 paket sembako, 4.016 matras, 599 kompor, 562 kipas angin, 562 kasur, dan 3.154 kasur lipat.

 

Adapun di Sumatera Barat, bantuan yang telah disalurkan meliputi 2.490 paket sembako, 2.444 matras, 611 kompor, 611 kipas angin, 611 kasur, 2.444 kasur lipat, serta 611 karpet plastik.

 

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya Satgas PRR memastikan huntara tidak sekadar berdiri sebagai tempat berlindung sementara, tetapi juga mampu memberikan kenyamanan dasar bagi masyarakat terdampak yang sedang memulai kembali kehidupan mereka.

 

Kondisi tersebut mulai dirasakan langsung oleh warga di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu wilayah yang terdampak cukup berat akibat banjir.

 

Kaur Perencanaan Desa Sekumur, Fauzi, mengatakan keberadaan huntara menjadi titik balik penting bagi masyarakat yang sebelumnya tinggal berbulan-bulan di tenda darurat.

 

“Alhamdulillah, masyarakat sangat terbantu. Sekarang kami tidak lagi tinggal di tenda. Ini tentu meningkatkan kenyamanan dan semangat warga untuk bangkit,” ujar Fauzi saat ditemui, Kamis (30/4/2026).

 

Menurut Fauzi, selain hunian, kebutuhan dasar warga juga mulai terpenuhi melalui bantuan pemerintah dan relawan, termasuk penyediaan tandon air dan sumur bor yang membantu aktivitas sehari-hari masyarakat.

News Feed