Berawal Dari Anak Agen Bus Antarkota Asal Agam, Pemuda Sumatera Barat Ini Akhirnya Berhasil Menjadi Panglima Pasukan Perdamaian PBB.

Umum39 views

 

Tokoh militer sekaligus diplomat legendaris Indonesia keturunan Minang yang pernah mengemban tugas sebagai Panglima Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah ini bernama Rais Abin.

Beliau lahir di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat, pada 15 Agustus 1926 sebagai putra dari pasangan Abin Sutan Mangkuto dan Saadi binti Hamzah.

Titik awal kehidupan beliau dijalani dalam kondisi ekonomi yang sangat bersahaja karena sang ayah bekerja sebagai agen bus antarkota di Lubuk Sikaping yang hasilnya hanya cukup untuk makan sehari-hari.

Keterbatasan biaya tersebut memaksa beliau untuk melepaskan kesempatan sekolah menengah dekat Gunung Singgalang dan memilih merantau menaiki kapal feri menuju sekolah pertanian di Sukabumi.

Ketabahan beliau diuji sangat berat di masa menuntut ilmu tersebut saat ayahnya meninggal dunia pada tahun 1942 tanpa sempat beliau jenguk untuk terakhir kalinya.

Setelah lulus sekolah pertanian pada tahun 1943, beliau sempat memulai langkah awal pekerjaannya dengan menjadi asisten pengawas di sebuah perkebunan karet di Purwakarta.

Perjalanan hidup beliau berputar haluan setelah kemerdekaan Indonesia ketika beliau memilih bergabung dengan Pemuda Sosialis Indonesia dan mendaftarkan diri di markas besar tentara di Yogyakarta.

Karena ketertarikannya pada urusan luar negeri, beliau kemudian menjalani pelatihan intelijen asing hingga lulus dengan pangkat sersan kader pada tahun 1946.

Karier beliau di medan juang bergerak cepat saat naik pangkat menjadi letnan dua dan diserahi misi berbahaya untuk menyelundupkan senjata menembus blokade Belanda di Singapura.

Dalam salah satu misi gerilya tersebut, beliau bersama rekan-rekannya sempat tertangkap oleh patroli Belanda dan menjadi tawanan perang di Pulau Bintan selama hampir satu tahun.

Setelah dibebaskan lewat Perjanjian Roem-Roijen, beliau melanjutkan pendidikan militer di dalam negeri hingga kemudian berhasil lulus dari Australian Army Staff College di Queenscliff pada tahun 1964.

Kemampuan kepemimpinan dan bahasa Inggris beliau yang terasah dengan baik membawanya naik pangkat menjadi brigadir jenderal hingga menjabat sebagai Wakil Komandan Seskoad pada tahun 1973.

Sebuah titik balik yang luar biasa dalam karier internasionalnya terjadi saat beliau dipilih oleh Panglima ABRI untuk dikirim ke Mesir sebagai Kepala Staf Pasukan Darurat PBB Kedua.

Di tengah kebuntuan komunikasi formal antara pihak Mesir dan Israel, beliau mengambil langkah berani dengan melakukan komunikasi informal yang intensif bersama petugas penghubung kedua negara.

Pendekatan humanis dan cerdas dari perwira asal Sumatera Barat ini bahkan membuat Menteri Pertahanan Israel saat itu, Shimon Peres, terpikat dan mengundangnya langsung ke Yerusalem.

Atas keberhasilan diplomasinya tersebut, beliau akhirnya mendapatkan kepercayaan penuh dunia internasional hingga resmi diangkat menjadi Komandan Pasukan Darurat PBB Kedua pada tanggal 1 Januari 1977.

Jabatan bergengsi tersebut otomatis memberikan beliau gelar Wakil Sekretaris Jenderal PBB yang memiliki wewenang penuh untuk menghubungi Sekretaris Jenderal PBB kapan saja.

Selama memimpin pasukan perdamaian, beliau berperan besar meredakan ketegangan geopolitik hingga kedua negara tersebut akhirnya mencapai Perjanjian Perdamaian Camp David pada September 1978.

Sekembalinya ke tanah air setelah pensiun dari militer dengan pangkat letnan jenderal, beliau dipercaya oleh Presiden Soeharto untuk mengemban misi sebagai Duta Besar Indonesia untuk Malaysia dan Singapura.

Pengabdian beliau di dunia diplomasi juga tercatat emas saat ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal KTT Gerakan Non-Blok ke-10 yang diselenggarakan di Jakarta pada tahun 1992.

Hingga masa-masa akhir hidupnya, beliau tetap aktif mengabdi bagi negara dengan memimpin organisasi Legiun Veteran Republik Indonesia sebelum akhirnya meninggal dunia pada usia 94 tahun di Jakarta.

Kisah keteladanan, ketangguhan, dan kecemerlangan diplomasi beliau kini menjadi warisan sejarah yang sangat berharga dan dapat menginspirasi setiap generasi pembaca tanpa mengenal batas usia.

Sumber: Wikipedia – “Rais Abin”
#RaisAbin #PahlawanMinang #DiplomatPBB

News Feed