Berperan Besar dalam Manajemen ASN, Kepala BKN RI Dianugerahi Gelar Kehormatan Adat dari Kesultanan Ternate*

Daerah73 views

 

Ternate – Humas BKN, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan menerima anugerah gelar kehormatan adat dari Kesultanan Ternate, Kimalaha Dodego Malamo, dalam prosesi adat yang berlangsung khidmat di Keraton Kesultanan Ternate, Rabu (29/07/2026). Penganugerahan tersebut dipimpin langsung oleh Sultan Ternate, Jou Kolano Moloku Kie Raha, Hidayatullah Sjah, dan dilaksanakan melalui prosesi adat di Ruang Utama atau Foris Lamo yang menjadi salah satu ruang sakral dalam tradisi Kesultanan Ternate.

Gelar Kimalaha Dodego Malamo sendiri memiliki makna sebagai pemimpin besar atau putra terbaik yang mengemban tanggung jawab dalam mengurus jabatan, kedudukan, dan kepegawaian. Makna tersebut memiliki keterkaitan erat dengan peran BKN dalam menyelenggarakan pembinaan dan penyelenggaraan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia. Penganugerahan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Sultan Ternate Nomor 06.002.A/KT/VII/2026.

Kepala BKN, Prof. Zudan menyampaikan penganugerahan ini bukan sekadar bentuk penghormatan, melainkan amanah moral untuk terus menjalankan tugas secara jujur, lurus, dan penuh tanggung jawab dalam mengawal tata kelola ASN. “Dengan penuh rasa hormat dan terima kasih, saya menerima anugerah ini sebagai bentuk kehormatan sekaligus amanah. Saya merasa sangat terharu karena telah diterima sebagai bagian dari keluarga besar Kesultanan Ternate,” ujar Zudan.

Ia menilai nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi Kesultanan Ternate sejalan dengan semangat pengabdian aparatur negara. Nilai kepemimpinan, integritas, tanggung jawab, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat menjadi prinsip yang penting untuk terus diaktualisasikan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Dalam prosesi pengukuhan, Jo Hukum Soasio Kesultanan Ternate, Gunawan Radjim, menyampaikan gelar Kimalaha Dodego Malamo yang dianugerahkan kepada Kepala BKN memiliki makna pemimpin besar atau putra terbaik yang mengemban tanggung jawab dalam mengurus jabatan, kedudukan, dan kepegawaian. Usai prosesi di Foris Lamo, rangkaian kegiatan dilanjutkan di Pendopo Bala dengan penyerahan piagam gelar adat, penyampaian sambutan, serta penjelasan mengenai makna gelar yang dianugerahkan.

Prof. Zudan menyampaikan apresiasi kepada Sultan Ternate dan seluruh perangkat adat atas penghormatan yang diberikan. Menurutnya, penganugerahan tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan bukan hanya berkaitan dengan kewenangan dan jabatan, tetapi juga tanggung jawab untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara. “Nilai-nilai budaya dan kearifan lokal merupakan kekayaan bangsa yang harus terus dijaga. Semangat tersebut juga perlu menjadi bagian dari cara kita membangun birokrasi yang berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Muhammad Taufiq, turut menerima gelar Kimalaha Sabua Malamo, yang bermakna pemimpin besar atau putra terbaik yang memimpin dan mengayomi sebuah rumah besar.

Penganugerahan gelar adat kepada kedua pimpinan lembaga negara ini menjadi simbol penguatan hubungan antara institusi pemerintahan dan nilai-nilai budaya Nusantara. Kehormatan tersebut sekaligus mempertegas pentingnya merawat warisan budaya sebagai sumber nilai dalam membangun kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Drs. Samsuddin A. Kadir, Kepala Kantor Regional BKN, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Provinsi Maluku Utara, jajaran perangkat adat dan Bobato Kesultanan Ternate, serta rombongan pejabat dari BKN dan LAN RI.

News Feed