Selama ini, publik mengenal Vasko Ruseimy sebagai sosok Wakil Gubernur Sumatera Barat yang energik, seorang pengusaha sukses, sekaligus figur populer di dunia digital melalui kanal YouTube Macan Idealis. Namun, di balik citra modern dan gaya kepemimpinannya yang santai, tersimpan sebuah fakta sejarah yang selama ini jarang terekspos: Vasko adalah pewaris darah pejuang dari salah satu tokoh kunci masa mempertahankan kedaulatan Indonesia.
Napak Tilas di Tanah Perjuangan
Fakta ini mengemuka saat Vasko melakukan agenda Safari Ramadan di Masjid Tazkir Bela Negara, Nagari Koto Tinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota. Bagi Vasko, kunjungan ini bukan sekadar agenda pemerintahan biasa, melainkan sebuah perjalanan emosional untuk “pulang ke tanah perjuangan keluarga”.
Vasko ternyata merupakan cucu kandung dari Abdul Majid, ajudan setia sekaligus tangan kanan Mr. Syafruddin Prawiranegara saat memimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).
Di lokasi bersejarah yang terletak di kaki Gunuang Omeh tersebut, Vasko mengenang peran besar sang kakek yang turut bertaruh nyawa di tengah hutan belantara Sumatera Tengah demi mempertahankan eksistensi Republik saat Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda.
“Hadir di sini, saya merasakan getaran semangat yang luar biasa. Di masjid ini, kakek saya, Abdul Majid, bersujud dan menyusun strategi gerilya bersama Bapak Syafruddin Prawiranegara. Ini adalah pulang ke tanah perjuangan keluarga,” ungkap Vasko dengan nada penuh haru.
Makna di Balik Masjid Tazkir
Masjid Tazkir sendiri memiliki catatan sejarah unik. Nama “Tazkir” yang berarti “Kenangan” disematkan langsung oleh Mr. Syafruddin Prawiranegara sebagai simbol kedamaian yang ia rasakan di tengah pelarian politiknya.
Sebagai wujud penghormatan atas warisan perjuangan tersebut, Vasko memberikan bantuan rehabilitasi sebesar Rp25 juta untuk masjid tersebut. Langkah ini menjadi simbol komitmennya agar generasi muda tidak melupakan bahwa dari pelosok nagari inilah kedaulatan Indonesia pernah diselamatkan.
Dari “Macan Idealis” ke Amanah Rakyat
Lahir di Jakarta pada 13 Juli 1986 dari keluarga perantau Minang, Vasko yang kini menyandang gelar adat Sutan Nagari Sati telah membangun reputasi mandiri jauh sebelum terjun ke kancah politik. Kini, pria bersuku Sikumbang ini mengalihkan energinya dari dunia digital menuju meja kebijakan.
Baginya, peran yang ia emban saat ini merupakan estafet pengabdian keluarga yang harus terus dijaga. “Dahulu kakek saya menjaga pemimpin negara, kini tugas saya adalah menjaga dan membangun amanah rakyat Sumatera Barat,” tegasnya.
Kesimpulan: Darah Pejuang yang Menuntun Pengabdian
Kisah Vasko Ruseimy memberikan perspektif baru bagi masyarakat Sumatera Barat. Kehadirannya di ranah politik bukan sekadar kebetulan, melainkan sebuah panggilan sejarah untuk melanjutkan dedikasi keluarganya bagi bangsa. Kini, harapan besar publik tertumpu pada pundak sang “Macan Idealis” untuk membawa perubahan nyata bagi pembangunan nagari-nagari di Sumatera Barat.
Sumber: Wikipedia
#VaskoRuseimy #SumateraBarat #PDRI #SejarahIndonesia #KisahInspiratif #TokohSumbar #MacanIdealis #SejarahPDRI #PemprovSumbar #SutanNagariSati #SumbarBangkit











