Nama Prof. Dr. (HC) Ir. Rahardi Ramelan, M.Sc.ME. dikenal luas dalam lembaran sejarah nasional sebagai salah satu teknokrat dan pakar kedirgantaraan terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Lahir pada 12 September 1939, sosok yang dikukuhkan sebagai Ahli Peneliti Utama (APU) ini mencatatkan rekam jejak panjang di dunia ilmu pengetahuan, industri penerbangan, hingga menduduki posisi strategis sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) pada era Kabinet Reformasi Pembangunan.
Perjalanan intelektual Rahardi diawali dengan menempuh pendidikan tinggi di luar negeri hingga berhasil meraih gelar sarjana dari Czech Technical Institute di Praha, Cekoslowakia, pada tahun 1964. Karier profesionalnya kemudian berkembang pesat di kancah internasional saat ia dipercaya bekerja sebagai analis struktur di industri penerbitan penerbangan ternama MBB di Jerman. Kendati memiliki karier yang menjanjikan di Eropa, panggilan untuk mengabdi kepada Tanah Air membuatnya memutuskan meninggalkan pekerjaan tersebut dan kembali ke Indonesia.
Sekembalinya ke Indonesia, kepakaran dan pemikiran teknis Rahardi disumbangkan secara maksimal ke berbagai instansi penting nasional. Ia mengemban berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI AU, Pertamina, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), hingga Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Tak hanya itu, kapasitasnya di bidang keteknikan juga dipergunakan untuk memperkuat industri strategis nasional seperti PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) dan PT Pindad.
Atas dedikasi akademis dan kontribusinya yang luar biasa di bidang teknologi, Rahardi dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Monash, Australia, serta dikukuhkan sebagai Profesor oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada November 1997. Di tengah padatnya jadwal birokrasi dan industri, Rahardi tetap mendedikasikan waktunya untuk mengajar dan membimbing mahasiswa di Program Pasca Sarjana Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
Kiprahnya di dunia profesional, organisasi publik, dan olahraga juga terbilang sangat luas. Rahardi pernah dipercaya menjabat sebagai Direktur Keuangan PT DSTP (Dua Satu Tiga Puluh), Komisaris Utama PT Telkomsel, Sekretaris Dewan Pembina Persatuan Insinyur Indonesia (PII), hingga memimpin federasi olahraga nasional sebagai Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI). Di ranah politik dan pemerintahan, ia tercatat sebagai Anggota MPR-RI periode 1997–2002 sebelum akhirnya diangkat menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan.
Dalam kehidupan pribadinya, Rahardi membangun rumah tangga bersama dr. Tumbu Tri Iswari Astianni dan dikaruniai dua orang anak, yaitu Bastian Kuntoadi dan Dian Kunti Sintorini.
Namun, sebagaimana dinamika perjalanan tokoh publik, pengabdian panjang sang teknokrat juga sempat diwarnai cobaan hukum. Pada Desember 2002, Rahardi tersandung kasus hukum terkait perkara korupsi dana nonbujeter di Badan Urusan Logistik (Bulog) sebesar Rp400 miliar dan Rp4,6 miliar, yang membuatnya dijatuhi hukuman 2 tahun penjara. Perjalanan hidup Prof. Rahardi Ramelan memberikan gambaran utuh tentang dedikasi tinggi seorang pakar teknologi sekaligus pembelajaran berharga bagi sejarah kepemimpinan bangsa.
Sumber: Wikipedia
#SejarahIndonesia #RahardiRamelan #PakarPenerbangan #MenteriPerindag #TeknokratIndonesia #KabinetReformasi #ProfilTokoh #TokohNasional #KisahSejarah #Bappenas

















