Dua Tahun Prabowo–Gibran, Achmal Junmiadi Dorong Diplomasi Multilateral untuk Perkuat Posisi Indonesia

Nasional133 views

Kesbangnews.com – Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua DPP Hubungan Luar Negeri Barisan Muda Al-Ittihadiyah, Achmal Junmiadi, mendorong penguatan diplomasi multilateral sebagai instrumen strategis untuk menjaga kedaulatan, memperluas kemitraan internasional, dan memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.JAKARTA, 21 Oktober 2026

 

Menurutnya, momentum dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran perlu dimanfaatkan untuk memperluas kerja sama internasional yang tidak hanya berorientasi pada pertahanan dan keamanan, tetapi juga pendidikan, kebudayaan, teknologi, investasi, perdagangan, serta pengembangan sumber daya manusia.

 

 

 

 

“Dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran merupakan momentum untuk terus memperkuat peran Indonesia di panggung internasional. Diplomasi harus mampu membuka peluang strategis, menjaga kepentingan nasional, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Achmal.

 

Diplomasi bebas aktif di tengah perubahan geopolitik

 

Achmal menilai, di tengah berkembangnya berbagai kemitraan pertahanan dan perubahan konfigurasi kekuatan global, Indonesia perlu mempertahankan politik luar negeri bebas aktif dengan memperluas dialog dan kerja sama bersama berbagai negara.

 

Ia menyoroti peluang penguatan hubungan dengan Turki, Qatar, dan Pakistan sebagai bagian dari upaya membangun kemitraan lintas kawasan. Kerja sama tersebut dapat mencakup pengembangan industri pertahanan, transfer teknologi, investasi, perdagangan, pendidikan, dan pertukaran budaya.

 

Menurutnya, Indonesia perlu memiliki ruang diplomasi yang luas agar dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperjuangkan kepentingan nasional secara mandiri.

 

“Indonesia tidak cukup hanya menjadi penonton dalam perubahan geopolitik dunia. Kita harus mampu membangun komunikasi dengan berbagai kekuatan internasional, memperluas kemitraan, dan memastikan bahwa setiap kerja sama tetap berpijak pada kedaulatan serta kepentingan bangsa,” tegasnya.

 

Menghubungkan diplomasi dengan Asta Cita

 

Achmal Jun menambahkan bahwa penguatan hubungan luar negeri harus berjalan seiring dengan implementasi Asta Cita, khususnya dalam memperkuat pertahanan dan keamanan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mendorong hilirisasi, serta membangun kemandirian ekonomi nasional.

 

Ia berpandangan bahwa kemitraan internasional yang produktif dapat membuka kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk memperoleh pendidikan berkualitas, mengembangkan kompetensi teknologi, memperluas jaringan usaha, dan berpartisipasi dalam industri strategis.

 

“Diplomasi yang berhasil bukan hanya tentang hubungan baik antarnegara, melainkan juga tentang bagaimana hubungan tersebut menghasilkan investasi, penguasaan teknologi, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan kebudayaan, dan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

 

Generasi muda sebagai aktor diplomasi masa depan

 

Sebagai Ketua DPP Hubungan Luar Negeri Barisan Muda Al-Ittihadiyah, Achmal Junmiadi mendorong organisasi kepemudaan untuk mengambil peran lebih aktif dalam membangun jejaring internasional melalui forum pemuda, pertukaran pelajar, dialog kebudayaan, serta kolaborasi ekonomi dan sosial lintas negara.

 

Menurutnya, generasi muda harus dipersiapkan bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga sebagai pelaku diplomasi masyarakat yang mampu memperkenalkan potensi Indonesia kepada dunia

 

“Memasuki tahun ketiga pemerintahan Prabowo–Gibran, kita berharap diplomasi Indonesia semakin produktif, berorientasi pada hasil, dan mampu memperkuat posisi bangsa. Pertahanan yang tangguh, pendidikan yang maju, budaya yang berdaya, dan ekonomi yang kuat harus berjalan beriringan untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dan bermartabat,” tutup Achmal.

News Feed