Dulu Pengonang Kerbau di Sawah, Siapa Sangka Bocah Cilacap Ini Besarnya Jadi Jenderal Top dan Duta Besar RI di Amerika

Umum74 views

 

Garis takdir manusia memang rahasia Tuhan. Kalimat ini sangat tepat untuk menggambarkan perjalanan hidup Jenderal TNI (Purn.) Soesilo Soedarman. Siapa yang menyangka, seorang bocah asal Cilacap yang menghabiskan masa kecilnya di lumpur sawah sambil menggembalakan kerbau, di kemudian hari tumbuh menjadi jenderal bintang empat, menembus ring satu Istana era Orde Baru, hingga menjadi Duta Besar RI untuk Amerika Serikat.

Lahir di Maos, Cilacap, pada 10 November 1928 dengan nama kecil Soemarlan, ia sebenarnya lahir di keluarga yang berkecukupan. Begitu lahir, sang kakek yang merupakan juragan tanah kaya raya langsung menghadiahi Soesilo bayi tanah seluas 100 bau dan uang tunai 10 ribu gulden. Hadiah fantastis itu disiapkan dengan satu tujuan: sang kakek ingin cucunya kelak menjadi seorang dokter hebat.

Namun, roda nasib berputar tajam saat masa pendudukan Jepang. Kebijakan reformasi tanah membuat sang kakek jatuh miskin dalam semalam. Mimpi menjadi dokter pun perlahan menguap. Soesilo kecil tumbuh menjadi bocah desa yang membumi. Ia akrab dengan kehidupan sawah, gemar menggembalakan kerbau, menangkapi belut untuk dibakar, hingga menonton wayang kulit semalam suntuk.

Ada cerita unik bin kocak pada masa kecilnya. Karena lebih sering diasuh oleh kakeknya, Soesilo memanggil sang kakek dengan sebutan “Bapak”. Sementara itu, ayah kandungnya sendiri justru ia panggil dengan sebutan “Kangmas” (Kakak). Rahasia besar ini baru disadari Soesilo saat ia hendak dikhitan; ia baru tahu bahwa pria yang selama ini dipanggilnya “Kakak” ternyata adalah ayah kandungnya sendiri!

Membelokkan Takdir Menjadi Jenderal Pendiri Akabri
Alih-alih menjadi dokter, setelah lulus Sekolah Menengah Tinggi di Yogyakarta, Soesilo memilih masuk ke Militer Akademi (MA). Di sinilah ia digembleng bersama rekan seangkatannya yang kelak menjadi tokoh bangsa, seperti Subroto dan Sayidiman Suryohadiprojo. Lulus dengan pangkat Letnan Dua pada November 1948, karier militernya melesat bagai meteor.

Saat agresi militer Belanda merangsek ke Gombong, Soesilo dipercaya melatih para siswa SMP dan SMA untuk ikut angkat senjata. Hebatnya, beberapa tokoh nasional yang pernah merasakan dinginnya gemblengan pelatihan Soesilo di kemudian hari adalah Mudjono, S.H. (mantan Ketua MA) hingga Soedharmono (mantan Wakil Presiden RI).

Kariernya di dunia militer tercatat sangat mentereng. Pada tahun 1966, ia masuk ke dalam tim elite yang merancang penggabungan akademi militer dari empat angkatan menjadi satu wadah elite: Akabri. Di kemudian hari, Soesilo kembali ke lembaga yang ia bidani tersebut untuk menjabat sebagai Komandan Jenderal Akabri (1978–1980).

Menembus Washington DC dan Kabinet Soeharto
Kemampuan komunikasi dan manajerialnya yang di atas rata-rata membuat Presiden Soeharto meliriknya untuk jalur diplomasi internasional. Pada tahun 1986, sang mantan pengembala kerbau ini resmi dikirim ke Washington DC sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Amerika Serikat.

Di sinilah asal-usul nama belakangnya bermula. Saat protokoler AS menanyakan nama keluarga karena terheran-heran dengan namanya yang hanya satu kata, Soesilo spontan menambahkan nama ayahnya, Soedarman. Sejak saat itu, dunia mengenalnya sebagai Mr. Soesilo Soedarman.

Sukses memimpin jalur diplomasi di negara adidaya, ia dipanggil pulang ke tanah air untuk memperkuat jajaran kabinet. Soeharto mempercayainya menjabat sebagai Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi (1988–1993), sebelum akhirnya naik kelas menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) pada periode 1993–1998.

Jenderal bintang empat yang dikenal bersih, berwibawa, dan tetap mencintai dunia pewayangan hingga akhir hayatnya ini wafat pada 18 Desember 1997 di usia 69 tahun. Ia dimakamkan dengan penghormatan militer penuh di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Kisah hidup Soesilo Soedarman adalah bukti nyata: dari mana pun asal kita, bahkan dari kubangan lumpur sawah sekalipun, dengan disiplin, kecerdasan, dan pengabdian yang tulus, tidak ada batas yang bisa menghalangi seseorang untuk mengguncang dunia.

Sumber: Wikipedia

#SoesiloSoedarman #InspirasiTokoh #SejarahMiliter #OrdeBaru #TokohCilacap #DubesAmerika #MenkoPolkam #Akabri #SejarahIndonesia #KisahInspiratif #TokohBangsa

News Feed