DYMM K.R. Miftahussurur Fatah: Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 Menjadi Tonggak Merawat Peradaban Bangsa

Umum75 views

Foto: Istimewa

Malang, KESBANG||NEWS— Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (DPP HPK) menyelenggarakan Kongres Kebudayaan Nusantara Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kegiatan ini mengusung tema:
“Sarasehan Kebudayaan dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa: Menguatkan Jati Diri Bangsa, Merawat Peradaban.”

Kongres ini menjadi ruang pertemuan para tokoh adat, budayawan, akademisi, pemangku kepercayaan, serta berbagai elemen masyarakat untuk menggali kembali jejak-jejak peradaban Nusantara sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan yang berakar pada kearifan lokal.

Mengusung falsafah Jawa “Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe, Memayu Hayuning Bawana”, Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 diharapkan mampu menjadi momentum penting dalam memperkokoh persatuan bangsa melalui pelestarian budaya, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur warisan leluhur Nusantara.

Mewakili Keraton Parupuh Aryo Menak Senoyo Madura, DYMM K.R. Miftahussurur Fatah, S.E., yang juga menjabat sebagai Patih Kenegaraan dan Antar Lembaga Nusantara di Majelis Adat Indonesia (MAI), menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada panitia serta seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan Kongres Kebudayaan Nusantara 2026.

Menurutnya, kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Malang tersebut berjalan dengan sangat baik, tertib, dan penuh khidmat, serta menghadirkan semangat kebangsaan yang kuat melalui keberagaman budaya Nusantara.

Ia menilai kongres ini merupakan agenda yang mengagumkan karena mampu mempertemukan berbagai unsur adat, budaya, dan kepercayaan dalam satu wadah dialog yang konstruktif demi menjaga kelestarian warisan peradaban bangsa.

Dalam hal ini, Ketua Umum DPP HPK, Dr. Ir. Hadi Prajoko, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kongres ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya kebudayaan sebagai fondasi peradaban bangsa di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, lagu kebangsaan, dan pertunjukan Tari Topeng Malang.b Selanjutnya dilaksanakan sesi sambutan dari Ketua Umum DPP HPK, Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., serta Gubernur Jawa Timur Dr. (HC) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si.

Pada sesi utama bertajuk Orasi Kebudayaan, disampaikan pandangan kebudayaan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Prof. (Hon.) Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc. Selain itu, panitia juga mencantumkan agenda Orasi Utama Presiden Republik Indonesia Jenderal (Purn.) H. Prabowo Subianto sebagai bagian dari rangkaian kegiatan kongres.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan Sarasehan dan Dialog Kebudayaan yang mengangkat tema “Dekolonialisasi Peradaban dan Aspirasi”, sebagai forum diskusi panel dan penjaringan aspirasi peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Hasil pemikiran dan rekomendasi kongres dirumuskan dalam sesi Kristalisasi Nilai, yang diakhiri dengan pembacaan rekomendasi, penutupan, dan foto bersama.

DYMM K.R. Miftahussurur Fatah, S.E. berharap hasil Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 tidak hanya menjadi dokumen rekomendasi semata, tetapi juga dapat menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan kebudayaan nasional yang lebih berpihak pada pelestarian adat, tradisi, serta nilai-nilai luhur Nusantara.

Menurutnya, penguatan identitas budaya bangsa merupakan salah satu kunci penting dalam menghadapi tantangan global sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui Kongres Kebudayaan Nusantara 2026, DPP HPK berharap lahir gagasan, rekomendasi strategis, serta langkah konkret untuk memperkuat eksistensi kebudayaan Nusantara sebagai pilar pembangunan karakter bangsa dan peradaban Indonesia yang berkelanjutan.
(Red)

News Feed