Enos Wesly Dippos Lumban Tobing Selesaikan Pendidikan di ITL Trisakti

Nasional36 views

JAKARTA, KESBANG||NEWS — Enos Wesly Dippos Lumban Tobing, A.Md., resmi menyelesaikan pendidikan Diploma III (D-III) bidang Manajemen Transportasi Darat pada Wisuda Tahun 2026 Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Rabu (28/10/2026). Prosesi wisuda Tahun Akademik 2025/2026 tersebut berlangsung di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Pencapaian ini menjadi momen membanggakan bagi Enos dan keluarganya. Sebagai putra sulung Pangidoan Terbit Ropu Lumban Tobing, S.H., M.H., yang berprofesi sebagai pengacara, keberhasilan menyelesaikan pendidikan vokasi tersebut merupakan langkah penting dalam perjalanan membangun masa depan, sekaligus bekal untuk mengembangkan kemampuan dan memperluas pengalaman profesional.

Di tengah kesibukannya bekerja, Enos diharapkan tetap memiliki semangat untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan mengejar cita-cita. Kelulusan ini bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal untuk membuka kesempatan yang lebih luas, baik dalam pengembangan karier maupun pengabdian kepada masyarakat.

Sang ayah memberikan dukungan penuh terhadap perjalanan dan cita-cita putranya. Baginya, pendidikan merupakan investasi berharga yang tidak hanya menghasilkan gelar akademik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ia berharap Enos senantiasa bekerja keras, menjaga integritas, dan tidak mudah menyerah dalam memperjuangkan masa depannya.

Dukungan keluarga juga terbuka terhadap rencana Enos untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata 1 (S1) Hukum. Bahkan, apabila kesempatan, kemampuan, dan keadaan memungkinkan, sang ayah berharap putranya dapat terus menempuh pendidikan hingga jenjang doktoral (S3). Harapan tersebut menjadi bentuk dukungan orang tua agar anaknya tidak berhenti mengembangkan diri, tanpa mengabaikan tanggung jawab pekerjaan dan tahapan pendidikan yang harus dilalui.

Semangat itu sejalan dengan falsafah Batak Toba, “Anakkon Hi Do Hamoraon Di Au,” yang berarti anak adalah kekayaan paling berharga bagi orang tua. Maknanya bukan semata-mata tentang keberhasilan materi, melainkan kebahagiaan dan kehormatan orang tua ketika melihat anaknya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berpendidikan, berkarakter, dan mampu menentukan masa depannya sendiri. Dukungan orang tua menjadi kekuatan, sementara kesungguhan dan kerja keras anak merupakan bekal utama untuk meraih cita-cita.

Wisuda Enos menjadi momentum syukur sekaligus pengingat bahwa setiap pencapaian merupakan hasil dari proses yang harus terus dilanjutkan. Gelar yang diraih hari ini patut disyukuri, tetapi perjalanan untuk menambah ilmu, memperluas pengalaman, dan memberikan manfaat bagi sesama masih terbentang panjang. Bagi keluarga, kebanggaan terbesar bukan hanya melihat anak berhasil menyelesaikan pendidikan, melainkan menyaksikannya terus bertumbuh dan melangkah maju dalam kehidupan.

 

Laporan : Silitonga/  Editor ; Ria.K

News Feed