Fatmawati lahir pada 5 Februari 1923 di Pesisir Pantai Tapak Paderi Bengkulu Orang tuanya merupakan figur terpandang dan keturunan bangsawan

Umum67 views

 

Ayahnya Datuk Hassan Din adalah seorang pengusaha yang memiliki garis keturunan dari Kerajaan Putri Bunga Melur dan tokoh Muhammadiyah Sedangkan sang ibu Siti Chadijah merupakan keturunan Kerajaan Indrapura

Datuk Hassan Din sebenarnya menyiapkan dua nama untuk Fatmawati Nama pertama Fatmawati artinya bunga teratai yang harum Nama kedua adalah Siti Zubaidah diambil dari nama salah satu istri Nabi Muhammad SAW

Pada akhirnya Fatmawati dipilih untuk nama anak pertama Datuk Hassan Din Fatmawati mulai belajar di Sekolah Rakyat pada usia 6 tahun Ia kemudian melanjutkan ke Hollandsch Inlandsche School HIS

Terlahir dari keluarga yang taat agama dan aktif di Nasyiatul Aisyiyah organisasi remaja putri yang berada di bawah naungan Muhammadiyah

Fatmawati pun tergabung dalam organisasi ini sejak remaja Fatmawati juga berlatih tarian Melayu dan aktif dalam kelompok sandiwara bernama Monte Carlo

Fatmawati pertama kali bertemu dengan Soekarno pada 1938 di usianya yang masih 15 tahun Pertemuan tersebut terjadi saat Soekarno ketika diasingkan ke Bengkulu dan dikunjungi oleh orang tua Fatmawati Hassan Din mengajak Fatmawati bertemu dengan Soekarno yang berada di rumah pengasingan bersama istri keduanya Inggit Ganarsih dan anak angkat mereka Ratna Djuami

Sejak itulah Fatmawati dan Soekarno menjadi sering bertemu Kecerdasan berpikir bekal sosial dan kemampuannya berdiskusi Fatmawati mampu memikat Soekarno yang kemudian memberikan julukan Sang Merpati dari Bengkulu

Dengan bantuan Soekarno pula Fatmawati dapat melanjutkan ke RK Vakschool Maria Purrisima sekolah kejuruan yang berada di bawah naungan organisasi Katolik bersama Ratna Djuami Fatmawati kemudian tinggal bersama keluarga Soekarno di rumah pengasingan karena jarak rumah dan sekolahnya terbilang jauh

Dua tahun kemudian Soekarno menyatakan cintanya secara langsung kepada Fatmawati dan ingin meminangnya Namun orang tua Fatmawati tidak menyetujui dengan pertimbangan Soekarno masih memiliki seorang istri

Setelah Inggit Ganarsih diceraikan Fatmawati dan Soekarno menikah pada Juli 1943 Tidak lama kemudian Fatmawati beserta kedua orang tuanya diboyong ke Jakarta dan tinggal di Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta

Fatmawati menikah dengan Soekarno pada masa pendudukan Jepang di Indonesia Selama mendampingi Soekarno sebagai istri Setahun setelah Fatmawati dan Soekarno menikah Jepang menjanjikan kemerdekaan untuk Indonesia

Jepang juga mengizinkan untuk mengibarkan bendera Indonesia Mengetahui hal tersebut terbesit sebuah ide di benak Fatmawati bahwa perlu adanya bendera merah putih untuk dikibarkan

Fatmawati pun mencoba mencari cara untuk bisa mendapatkan kain merah dan putih Pemerintah Jepang kemudian menunjuk seorang ahli propaganda Shimizu untuk mencarikan kain itu Shimizu berusaha mendapatkan kain itu lewat seorang petinggi Jepang kepala gudang di Pintu Air di depan eks Bioskop Capitol

Setelah kain merah dan putih berhasil didapatkan Shimizu segera mengantarkannya kepada Fatmawati Tidak lama setelah Fatmawati menerima kain merah dan putih tersebut ia pun langsung menyatukannya dengan cara menjahitnya menggunakan tangan

Bendera Merah Putih selesai dijahit oleh Fatmawati dalam waktu dua hari dan langsung dikibarkan di halaman depan rumahnya

Hampir setahun kemudian bendera merah putih hasil jahitan Fatmawati berkibar dalam upacara Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945

Fatmawati meninggal pada usia 57 tahun akibat serangan jantung Ia meninggal pada 14 Mei 1980 di Kuala Lumpur Malaysia ketika pulang dari Mekkah untuk melaksanakan umroh

Dari pernikahannya dengan Soekarno Fatmawati mempunyai lima anak yakni Guntur Soekarnoputra Megawati Soekarnoputri Rachmawati Soekarnoputri Sukmawati Sukarnoputri dan Guruh Soekarnoputra

News Feed