Fauzi Bahar: Putra Ikua Koto yang Kini Menakhodai LKAAM Sumatera Barat.

Umum4 views

 

Fauzi Bahar dilahirkan di Ikua Koto, Koto Tangah, Kota Padang, pada 16 Agustus 1962. Pada saat kelahirannya, wilayah Ikua Koto secara administratif masih berada dalam naungan Kabupaten Padang Pariaman, sebelum akhirnya wilayah tersebut masuk ke dalam cakupan perluasan daerah Kota Padang pada tahun 1980. Perjalanan hidupnya dimulai dari sebuah nagari yang kental dengan nilai-nilai tradisional dan religius.

Tumbuh sebagai anak keempat dari enam bersaudara, Fauzi dibesarkan dalam lingkungan yang sangat menghargai kepemimpinan dan pendidikan. Ayahnya, Baharudin Amin, adalah tokoh masyarakat yang dikenal luas dengan sebutan Wali Bahar karena pengabdiannya sebagai wali nagari. Di sisi lain, sang ibu, Nurjanah Umar, merupakan seorang guru agama sekolah dasar sekaligus aktivis Muhammadiyah. Kombinasi figur ayah yang merupakan pamong desa dan ibu yang merupakan pendidik agama membentuk fondasi karakter Fauzi menjadi pribadi yang disiplin dan taat pada prinsip.

Sejak masa mudanya di Ikua Koto, ia telah menunjukkan keaktifan dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, mulai dari menjadi pelatih silat hingga memimpin organisasi pemuda. Jiwa kepemimpinan ini semakin terasah saat ia meniti karier di TNI Angkatan Laut dan menjabat sebagai Wali Kota Padang selama dua periode (2004–2014). Setelah menyelesaikan masa baktinya di pemerintahan dan militer, dedikasi Fauzi terhadap nilai-nilai lokal membawanya pada amanah baru yang strategis di bidang adat.

Saat ini, Fauzi Bahar menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat untuk periode 2021–2026. Dalam jabatan ini, ia memegang peranan vital dalam melestarikan adat istiadat dan memperkuat filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di tengah masyarakat Minangkabau. Selain itu, ia juga dipercaya memimpin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Agama Islam (PB PGAI) Sumatera Barat.

Kisah latar belakang keluarga dan lingkungan masa kecil di Koto Tangah ini memperlihatkan bagaimana nilai-nilai keluarga dan adat menjadi akar bagi kepemimpinannya di berbagai sektor. Berdasarkan data yang dihimpun dari catatan biografi di Wikipedia, perjalanan hidup Fauzi Bahar dari seorang pemuda gelanggang silat, perwira militer, akademisi, hingga kini menjadi pucuk pimpinan lembaga adat mencerminkan perpaduan antara disiplin militer dan pengabdian terhadap nilai-nilai luhur Minangkabau.

Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia (Profil Fauzi Bahar).

News Feed