Gerakan 3 Juta Santunan Anak Yatim dan Dhuafa, Haidar Alwi Care Perkuat Fondasi Sosial Dukung Polri Presisi dan Indonesia Maju

Nasional13 views

Foto : istimewa 

Jakarta, KESBANG||NEWS – Implementasi Undang-Undang Polri yang baru serta peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026 menandai babak baru penguatan institusi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Penguatan kelembagaan tersebut dinilai menjadi salah satu prasyarat penting bagi keberhasilan pembangunan nasional pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari ketidakpastian ekonomi, meningkatnya ancaman kejahatan siber, hingga dinamika sosial yang terus berkembang, Indonesia membutuhkan institusi Polri yang semakin profesional, modern, adaptif, dan dipercaya masyarakat.

Dalam pidatonya pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas kontribusi Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, membantu penanggulangan bencana, serta mendukung berbagai program strategis nasional.

Apresiasi tersebut menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan sebagai penjaga keamanan, tetapi juga menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas nasional sebagai fondasi pembangunan Indonesia.

Sejalan dengan semangat tersebut, Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, sekaligus Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, Ir. R. Haidar Alwi, M.T., menetapkan peningkatan target program sosial nasional dari Dua Juta menjadi Tiga Juta Santunan bagi Anak Yatim dan Dhuafa hingga tahun 2029 melalui Gerakan “Rakyat Bantu Rakyat.”

Hingga Mei 2026, Haidar Alwi Care telah menyalurkan sekitar 1.870.000 santunan kepada anak yatim dan dhuafa di berbagai wilayah Indonesia. Capaian tersebut menjadi fondasi untuk memperluas gerakan kemanusiaan yang memadukan kepedulian sosial dengan semangat memperkuat persatuan dan solidaritas nasional.

“Polri yang profesional akan menjaga keamanan Indonesia. Masyarakat yang peduli akan menjaga kekuatan sosial Indonesia. Ketika keduanya berjalan bersama, Indonesia akan menjadi lebih kuat, lebih stabil, dan lebih siap menghadapi masa depan,” ujar Haidar Alwi.

Menurut Haidar Alwi, santunan kepada anak yatim dan dhuafa bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi moral bagi masa depan bangsa. Karena itu, Gerakan 3 Juta Santunan dimaknai sebagai upaya membangun fondasi sosial yang kokoh guna menjaga persatuan, menumbuhkan optimisme, dan mendukung keberhasilan agenda pembangunan nasional.

Santunan sebagai Investasi Moral Bangsa

Peningkatan target menjadi tiga juta santunan hingga 2029 merupakan bentuk komitmen Haidar Alwi Care untuk memperluas manfaat gerakan sosial yang telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia.

Bagi Haidar Alwi, anak yatim dan dhuafa bukan hanya kelompok yang membutuhkan perhatian, melainkan bagian dari generasi penerus bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia.

Melalui Gerakan “Rakyat Bantu Rakyat”, setiap santunan tidak hanya menghadirkan manfaat bagi penerimanya, tetapi juga menumbuhkan budaya gotong royong dan kepedulian sosial sebagai modal utama pembangunan bangsa.

“Setiap santunan yang diberikan sesungguhnya adalah investasi sosial untuk masa depan Indonesia,” tegas Haidar Alwi.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya ditentukan oleh anggaran, kebijakan, dan program pemerintah, tetapi juga oleh terciptanya lingkungan sosial yang harmonis, masyarakat yang saling peduli, serta optimisme yang terus tumbuh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dukungan Moral bagi Transformasi Polri Presisi

Implementasi Undang-Undang Polri yang baru memberikan landasan yang semakin kuat bagi keberlanjutan transformasi Polri Presisi di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Transformasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan profesionalisme, kualitas pelayanan publik, pemanfaatan teknologi, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Dalam konteks itulah, Gerakan 3 Juta Santunan Anak Yatim dan Dhuafa dipersembahkan sebagai bentuk dukungan moral terhadap keberhasilan transformasi Polri Presisi sekaligus penguatan stabilitas nasional.

Keamanan yang terjaga diyakini akan menciptakan ruang yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan percepatan berbagai program pembangunan pemerintah.

Gerakan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia yang maju, aman, adil, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.

“Keamanan yang kuat membutuhkan Polri yang profesional. Pembangunan yang berhasil membutuhkan pemerintahan yang efektif. Namun, keduanya juga membutuhkan dukungan moral dari masyarakat,” ujar Haidar Alwi.

Melalui Gerakan 3 Juta Santunan Anak Yatim dan Dhuafa, Haidar Alwi Care berkomitmen menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat solidaritas sosial, mendukung transformasi Polri Presisi, serta berkontribusi terhadap keberhasilan pembangunan nasional demi terwujudnya Indonesia yang semakin maju, adil, sejahtera, dan bermartabat. (Red)

News Feed