Gugun Gumilar Ajak Mahasiswa Kemenag Kuasai Isu Global dan Bangun Indonesia Emas

Nasional15 views

Kesbangnews.com – Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia Bidang Kerukunan Umat Beragama, Layanan Keagamaan, Pengawasan, dan Kerja Sama Luar Negeri, Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa mahasiswa di lingkungan Kementerian Agama harus memiliki wawasan global, daya pikir kritis, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman agar mampu menjadi generasi unggul yang siap membawa Indonesia bersaing di tingkat internasional.

 

Pesan tersebut disampaikan Gugun Gumilar saat menjadi narasumber dalam Seminar Inspiratif 2026 yang diselenggarakan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Nurul Iman Parung, Kabupaten Bogor, Kamis (2/7/2026). Seminar mengusung tema **”Bangkit Menjadi Mahasiswa Berdaya dengan Ilmu, Berkarya untuk Indonesia Emas.”

 

Dalam paparannya, Gugun mengatakan dunia sedang mengalami perubahan yang berlangsung sangat cepat. Karena itu, mahasiswa tidak lagi cukup hanya menguasai ilmu akademik, tetapi juga harus mampu memahami dinamika global yang memengaruhi kehidupan bangsa.

 

> “Mahasiswa di bawah Kementerian Agama harus melek terhadap isu-isu strategis dunia. Mulai dari geopolitik, ekonomi global, perkembangan teknologi, megatren dunia, implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), hingga tantangan pembangunan berkelanjutan. Semua itu menjadi bekal penting agar mampu menjadi *global player* yang tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” ujar Gugun.

 

Menurutnya, tantangan abad ke-21 menuntut lahirnya sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, karakter yang kuat, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kepekaan sosial.

 

Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi keagamaan memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang mampu menjembatani nilai-nilai agama dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dinamika global.

 

> “Mahasiswa UIN, IAIN, STAI maupun perguruan tinggi keagamaan lainnya harus mampu berpikir kritis, terbuka terhadap perubahan, adaptif terhadap perkembangan global, serta mampu melihat setiap tantangan sebagai peluang untuk melahirkan inovasi,” katanya.

 

Lebih lanjut, Gugun menekankan bahwa bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dimanfaatkan secara maksimal. Menurutnya, generasi muda merupakan aset terbesar bangsa dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

 

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan Indonesia pada masa depan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik semata, tetapi juga oleh keberanian generasi muda dalam mengambil peran dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa.

 

> “Masa depan tidak hanya dimenangkan oleh mereka yang paling pintar, tetapi juga oleh mereka yang mampu memahami perubahan, cepat beradaptasi, serta berani mengambil peran untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia,” tegasnya.

 

Seminar berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Berbagai pertanyaan mengenai tantangan geopolitik global, transformasi digital, peluang generasi muda di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga strategi meningkatkan daya saing Indonesia menjadi pembahasan utama dalam sesi diskusi.

 

Pihak STAI Nurul Iman Parung menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gugun Gumilar yang dinilai mampu memberikan perspektif baru kepada mahasiswa mengenai pentingnya membangun kapasitas diri agar mampu bersaing secara global tanpa meninggalkan identitas keislaman dan nilai-nilai kebangsaan.

 

Sementara itu, Praktisi dan Konsultan Media, sekaligus Alumni STAI Nurul Iman Parung, Riki Pratama, S.Pd., yang turut menjadi narasumber dalam Seminar Inspiratif 2026 mengajak mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas diri di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

 

Menurut Riki, keberhasilan generasi muda pada era digital tidak lagi ditentukan semata-mata oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kecakapan membangun komunikasi, literasi digital, kepemimpinan, personal branding, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan menyampaikan gagasan secara efektif kepada publik.

 

> “Mahasiswa hari ini harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Dunia berubah sangat cepat sehingga kompetensi harus terus diperbarui. Jangan hanya menjadi penonton perubahan, tetapi jadilah pelaku perubahan yang mampu menciptakan karya, membangun jejaring, dan menghadirkan solusi melalui ilmu pengetahuan, teknologi, serta media yang bertanggung jawab,” ujar Riki.

 

Sebagai alumni STAI Nurul Iman Parung, Riki mengaku bangga dapat kembali ke almamater untuk berbagi pengalaman sekaligus memberikan motivasi kepada adik-adik mahasiswa. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas, inovatif, adaptif, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

 

> “Saya percaya STAI Nurul Iman memiliki potensi besar melahirkan generasi pemimpin masa depan. Teruslah belajar, jangan takut bermimpi besar, manfaatkan setiap peluang, dan jadikan ilmu sebagai jalan untuk mengabdi kepada umat, bangsa, dan negara. Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang berkarakter, kompeten, dan siap menjadi bagian dari solusi,” tutup Riki Pratama.

 

Seminar Inspiratif 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat mahasiswa dalam membangun kapasitas intelektual, karakter kepemimpinan, serta wawasan global. Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah, dan praktisi, lahir generasi muda yang unggul, berintegritas, berdaya saing, dan siap menjadi global player yang berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045

News Feed