Gugun Gumilar: Rumah Ibadah Harus Menjadi Ruang Aman bagi

Nasional15 views

Kesbangnews.com – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam menghadirkan lingkungan yang aman, inklusif, dan bermartabat bagi setiap anak Indonesia. Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia Bidang Kerukunan Umat Beragama dan Pembinaan Keagamaan, menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat ditawar.

 

Dalam refleksinya memperingati Hari Anak Nasional, Gugun mengungkapkan bahwa selama menjalankan amanah di Kementerian Agama, dirinya kerap turun langsung menemui berbagai anak yang menjadi korban kekerasan, persekusi, perundungan (bullying), hingga kekerasan seksual di lingkungan keagamaan maupun rumah ibadah.

 

“Anak-anak tidak pernah bersalah. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Negara, masyarakat, keluarga, serta seluruh lembaga keagamaan memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan hak-hak mereka terlindungi,” ujar Gugun.

 

Menurutnya, pengalaman bertemu langsung dengan para korban beserta keluarga mereka menjadi pengingat bahwa perlindungan anak tidak cukup hanya diwujudkan melalui regulasi, tetapi harus dibangun melalui kepedulian, keberanian untuk bertindak, serta kolaborasi lintas sektor.

 

Gugun menjelaskan bahwa Kementerian Agama terus hadir mendampingi masyarakat dengan menjangkau seluruh komunitas keagamaan, baik enam agama yang diakui negara maupun berbagai kelompok kepercayaan dan komunitas keagamaan lainnya. Pendekatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen membangun ruang keagamaan yang aman, ramah anak, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

 

“Kami ingin memastikan setiap rumah ibadah, lembaga pendidikan keagamaan, dan ruang pembinaan umat menjadi tempat yang memberikan rasa aman, bukan ruang yang menghadirkan ketakutan. Tidak boleh ada anak yang kehilangan masa depannya akibat kekerasan ataupun diskriminasi,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, perlindungan anak merupakan fondasi penting dalam mewujudkan generasi emas Indonesia. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu memperkuat budaya saling menjaga, mempercepat penanganan setiap kasus kekerasan terhadap anak, serta mengedepankan langkah-langkah pencegahan melalui pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

 

Pada kesempatan tersebut, Gugun juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan kritik, masukan, dan dukungan kepada Kementerian Agama agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan semakin berdampak.

 

“Kami menyadari bahwa amanah yang kami emban adalah amanah rakyat. Karena itu kami akan terus berbenah, memperkuat pelayanan, menghadirkan perubahan yang nyata, serta bekerja untuk melindungi generasi penerus bangsa sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo menuju Indonesia yang maju, harmonis, dan berkeadilan,” tutup Gugun.

 

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Gugun berharap semangat melindungi anak tidak berhenti sebagai seremonial tahunan, melainkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan, dan seluruh institusi keagamaan dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia. Dengan demikian, setiap anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, berakhlak mulia, cerdas, serta mampu menjadi generasi penerus yang membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan berperadaban.

News Feed