Gugun Gumilar: Ziarah Ulama Menjadi Pilar Merawat Akhlak dan Memperkokoh Persatuan Indonesia

Nasional32 views

Kesbangnews.com – Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, Gugun Gumilar, menegaskan bahwa tradisi ziarah ke makam para ulama dan habaib merupakan ikhtiar spiritual sekaligus momentum memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, ziarah bukan sekadar tradisi keagamaan, melainkan sarana meneladani perjuangan dakwah para ulama dalam membangun akhlak, mempererat persaudaraan, serta menjaga persatuan Indonesia.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Gugun usai melaksanakan ziarah ke kompleks makam para ulama di Masjid Ar-Riyadh, Pasar Kliwon, Surakarta. Dalam kesempatan itu, ia berziarah ke makam Al Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi, Al Habib Ahmad bin Alwi Al-Habsyi, dan Al Habib Anis bin Alwi Al-Habsyi, sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar para ulama dalam menyebarkan Islam yang damai dan berakhlak mulia di Nusantara.

 

Menurut Gugun, jejak pengabdian para ulama merupakan warisan peradaban Islam yang memiliki nilai strategis bagi kehidupan bangsa. Keteladanan, keluasan ilmu, dan dedikasi mereka dalam membimbing umat menjadi inspirasi yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus.

 

“Ada banyak pelajaran kehidupan yang tidak hanya diperoleh dari ruang akademik, tetapi juga dari jejak perjuangan para ulama yang mengabdikan ilmu, waktu, dan hidupnya untuk umat serta bangsa,” ujar Gugun.

 

Ia menjelaskan bahwa ziarah merupakan ruang refleksi untuk memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT sekaligus mengambil hikmah dari perjalanan hidup para ulama. Dari keteladanan tersebut, lahir semangat untuk berdakwah dengan cara yang santun, bijaksana, serta penuh kasih sayang kepada seluruh lapisan masyarakat.

 

Gugun menilai keberhasilan dakwah Islam di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran para ulama dan habaib yang mengedepankan pendekatan humanis, akhlak mulia, serta kebijaksanaan dalam merawat harmoni sosial di tengah keberagaman bangsa.

 

“Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dakwah para ulama mengajarkan bahwa kelembutan, kasih sayang, dan keteladanan merupakan jalan terbaik dalam membangun persaudaraan, memperkokoh persatuan, serta menghadirkan kemaslahatan bagi bangsa,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Gugun berharap semangat perjuangan para ulama terus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk memperdalam ilmu agama, memperkuat karakter kebangsaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mengambil peran aktif dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Menurutnya, setiap perjalanan sejatinya bukan hanya perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi proses memperluas wawasan, memperbaiki kualitas diri, dan menumbuhkan kerendahan hati. Perjalanan yang paling bermakna adalah perjalanan yang melahirkan ilmu yang bermanfaat serta memperkokoh komitmen pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara.

 

“Warisan terbesar para ulama bukan semata karya dan ilmunya, melainkan keteladanan dalam mengabdi dengan penuh keikhlasan. Nilai-nilai inilah yang harus terus dirawat agar Indonesia tetap menjadi bangsa yang religius, rukun, damai, dan bersatu di tengah berbagai tantangan zaman,” pungkas Gugun.

News Feed