Guru Inspiratif Wahyu Kurniawan Integrasikan AI dalam Pembelajaran, Bangun Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

Daerah299 views

Kesbangnews.com – Pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) terus berkembang seiring pesatnya transformasi digital di dunia pendidikan. Salah satu inovasi tersebut diwujudkan oleh Wahyu Kurniawan, S.S., Guru Kelas V C SDN Ciputat 02 sekaligus anggota komunitas kreatif Tangsel Creative Foundation, melalui projek bertajuk “Sekolah Bebas Sampah Liar: Dari Kepedulian Menuju Aksi” yang mengintegrasikan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dengan pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan.

 

Projek ini lahir dari persoalan nyata yang dihadapi lingkungan sekitar sekolah, yakni maraknya pembuangan sampah liar di depan SDN Ciputat 02. Alih-alih hanya mempelajari persoalan tersebut di dalam kelas, para siswa diajak terjun langsung ke lapangan untuk melakukan observasi, wawancara, serta mengumpulkan dan menganalisis data guna menemukan akar permasalahan sekaligus merumuskan solusi berbasis fakta.

 

Dari hasil pengamatan, siswa menemukan bahwa sampah yang menumpuk didominasi limbah rumah tangga, sebagian besar dibuang pada malam hari, serta dipengaruhi oleh belum tersedianya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di sekitar lokasi. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan strategi kampanye yang dirancang sendiri oleh para siswa.

 

Setiap kelompok terlebih dahulu menuangkan gagasan melalui sketsa kampanye yang dibuat secara manual. Selanjutnya, karya orisinal tersebut dikembangkan dengan dukungan Artificial Intelligence (AI) menjadi poster digital dan spanduk kampanye berukuran besar yang memiliki daya tarik visual lebih kuat.

 

Dalam projek ini, AI tidak digunakan untuk menggantikan kreativitas peserta didik, melainkan sebagai teknologi pendukung yang membantu mengembangkan ide dan karya mereka menjadi media komunikasi visual yang lebih efektif, menarik, dan relevan dengan perkembangan zaman.

 

Sebagai bentuk implementasi nyata, para siswa menggelar kampanye lingkungan secara langsung di depan SDN Ciputat 02 dengan membawa poster dan spanduk hasil pengembangan AI. Mereka juga memproduksi video kampanye singkat yang berisi ajakan menjaga kebersihan lingkungan. Video tersebut kemudian dipublikasikan melalui berbagai platform digital sehingga pesan kepedulian lingkungan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

 

Wahyu Kurniawan, S.S., mengatakan bahwa projek ini dirancang untuk membangun karakter peserta didik sekaligus memperkuat kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi secara bijaksana.

 

“Melalui projek ini, siswa tidak hanya belajar mengenali dan menyelesaikan persoalan lingkungan di sekitar mereka, tetapi juga memahami bagaimana memanfaatkan Artificial Intelligence secara kreatif, etis, dan bertanggung jawab. AI digunakan untuk memperkuat kreativitas siswa, bukan menggantikannya,” ujar Wahyu.

 

Melalui tahapan pembelajaran Discover, Imagine, Do, Share, dan Reflect, projek ini mendorong peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, literasi digital, serta kepedulian terhadap lingkungan dalam satu proses pembelajaran yang utuh dan bermakna.

 

Implementasi Project-Based Learning berbasis AI di SDN Ciputat 02 menjadi contoh bahwa teknologi dapat dimanfaatkan secara positif untuk memperkaya pengalaman belajar. Ketika dipadukan dengan pembelajaran kontekstual dan keterlibatan aktif siswa, AI tidak hanya meningkatkan kualitas proses pembelajaran, tetapi juga melahirkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki karakter kuat, mampu berpikir kritis, serta berani menghadirkan solusi bagi persoalan nyata di lingkungan sekitarnya.

 

Melalui inovasi ini, SDN Ciputat 02 menunjukkan bahwa pendidikan masa depan bukan sekadar mengajarkan penguasaan teknologi, melainkan membentuk peserta didik yang mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab untuk menghasilkan perubahan positif bagi masyarakat dan lingkungan.

News Feed