Hadiri HUT ke-7 Motor Besar Indonesia (MBI) DKI Jakarta, Bamsoet Ajak Komunitas Otomotif Dukung Penghematan BBM di Tengah Krisis Dunia*

Nasional486 views

 

*JAKARTA* – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Kehormatan Motor Besar Indonesia (MBI), Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo, mengajak seluruh komunitas otomotif di Indonesia untuk menjaga soliditas, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dengan semangat brotherhood, sekaligus berperan aktif mendukung kebijakan pemerintah dalam penghematan bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan geopolitik dunia. Situasi konflik antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat telah memicu krisis energi dunia dan berdampak langsung terhadap perekonomian nasional, termasuk lonjakan harga BBM dan tekanan terhadap daya beli masyarakat.

“Komunitas otomotif harus menjadi pelopor dalam menjaga solidaritas dan persatuan bangsa. Semangat brotherhood yang selama ini terbangun harus diarahkan untuk kepentingan yang lebih luas, termasuk membantu pemerintah menghadapi tekanan ekonomi akibat gejolak global,” ujar Bamsoet dalam perayaan HUT ke-7 MBI DKI Jakarta di Jakarta, Minggu (12/4/26).

Hadir antara lain Ketua Dewan Penasehat MBI Irjen Alamsyah, Ketum MBI Darus, Waketum MBI Jaya Azhari, Sekjen MBI Mirza, Bendum MBI Hendra, Ketua MBI DKI Jakarta Alwi, Ketua MBI Bogor Dior, Ketua MBI Bekasi Apip, Ketua MBI Depok Agung, Ketua MBI Sukabumi Narko, Presiden Periksa Riders Aldwin R serta perwakilan klub motor lainnya.

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini memaparkan, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya yang berdampak pada jalur strategis Selat Hormuz, telah menyebabkan gangguan distribusi energi global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut, sehingga setiap eskalasi konflik langsung memicu lonjakan harga minyak mentah dunia yang sempat menyentuh lebih dari USD 100 per barel. Dampaknya terasa hingga ke Indonesia, sebagai negara importir minyak yang harus menghadapi peningkatan beban subsidi energi dan tekanan terhadap APBN.

Di dalam negeri, konsumsi BBM terus menunjukkan kenaikan seiring pertumbuhan jumlah kendaraan dan aktivitas ekonomi. Data Kementerian ESDM menunjukkan konsumsi BBM nasional telah mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, dengan lebih dari 70 persen digunakan oleh sektor transportasi. Dalam APBN 2026 pemerintah menganggarkan subsidi energi (BBM dan LPG) sebesar Rp 210,06 triliun. Jika harga minyak dunia naik USD 10 per barel, maka tambahan beban APBN bisa mencapai sekitar Rp 25–30 triliun.

“Setiap kenaikan harga minyak dunia membawa konsekuensi serius bagi ekonomi nasional. Mulai dari meningkatnya subsidi hingga tekanan terhadap daya beli masyarakat. Karena itu, efisiensi energi menjadi langkah strategis yang harus didukung semua pihak,” tegas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia ini menjelaskan, pemerintah sendiri telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi. Mulai dari pengendalian distribusi BBM, penguatan cadangan energi, hingga percepatan pengembangan energi alternatif. Namun, tanpa dukungan masyarakat luas, termasuk komunitas otomotif yang jumlahnya sangat besar di Indonesia, upaya tersebut tidak akan optimal.

“Komunitas otomotif memiliki peran strategis karena konsumsi BBM sektor transportasi sangat besar. Dengan mengedepankan efisiensi, penggunaan kendaraan secara bijak, serta kampanye hemat energi, komunitas otomotif bisa menjadi agen perubahan yang nyata,” pungkas Bamsoet. (*)

News Feed