Kesbangnews.com – Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia Bidang Kerukunan Umat Beragama, Layanan Keagamaan, Pengawasan, dan Kerja Sama Luar Negeri, Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., menghadiri Musyawarah Nasional Gereja Rasuli Indonesia (GRI) sekaligus Perayaan Hari Ulang Tahun GRI ke-36 yang diselenggarakan di Bogor, Jawa Barat. Sabtu, 4 Juli 2026
Kehadiran Dr. Gugun Gumilar mencerminkan komitmen kuat Kementerian Agama Republik Indonesia dalam memperkuat dialog lintas agama, membangun kepercayaan antarkomponen bangsa, serta memastikan negara hadir memberikan pelayanan yang adil, setara, dan inklusif kepada seluruh umat beragama sebagai implementasi nilai-nilai Pancasila dan konstitusi
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Gugun Gumilar menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Gereja Rasuli Indonesia atas kontribusinya dalam menjaga kerukunan, persaudaraan, dan persatuan bangsa. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII), Pendeta Tommy Lengkong, Pendeta Carlos Tobing, Pendeta Johannis Pattiasina, serta seluruh panitia atas undangan dan sambutan hangat yang diberikan
Dalam sambutannya, Dr. Gugun Gumilar menegaskan bahwa Kementerian Agama terus berkomitmen menjamin kebebasan setiap warga negara untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
“Kementerian Agama RI hadir untuk melayani seluruh umat beragama di Indonesia. Negara tidak boleh membiarkan adanya diskriminasi ataupun hambatan terhadap pelaksanaan ibadah. Kerukunan merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan, memperkuat kebangsaan, dan mewujudkan Indonesia yang damai,” tegas Dr. Gugun Gumilar
Ia menambahkan bahwa berbagai persoalan yang masih terjadi di lapangan harus diselesaikan melalui dialog, pendekatan kemanusiaan, penegakan hukum yang berkeadilan, serta kolaborasi seluruh elemen bangsa
Menurutnya, Kementerian Agama bukanlah kementerian yang hanya melayani satu agama tertentu, melainkan kementerian yang mengemban amanah negara untuk memberikan pelayanan kepada seluruh umat beragama di Indonesia secara profesional, adil, dan tanpa diskriminasi
“Kementerian Agama adalah kementerian bagi seluruh umat beragama. Tugas kami adalah memastikan setiap warga negara memperoleh hak konstitusionalnya untuk beribadah dengan aman, damai, dan bermartabat,” ujarnya
Di akhir kegiatan, Dr. Gugun Gumilar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat toleransi, saling menghormati, serta merawat persaudaraan dalam keberagaman sebagai modal utama mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan kritik, masukan, dan saran sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan Kementerian Agama kepada seluruh umat.
“Menjaga kerukunan adalah tanggung jawab bersama. Dengan semangat persaudaraan, gotong royong, dan saling menghormati, kita dapat menjaga keutuhan NKRI serta mewariskan Indonesia yang damai, harmonis, dan berkeadaban bagi generasi mendatang,” pungkas Dr. Gugun Gumilar.















