Kesbangnews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui kegiatan Car Free Day (CFD) yang berlangsung di depan Lapas Purwodadi pada Minggu (07/06/2026), Lapas Purwodadi memasarkan berbagai hasil pertanian dan peternakan yang dikelola oleh warga binaan.
Produk yang dipasarkan meliputi 20 kilogram telur ayam, 17 kilogram terong yang dikemas menjadi 26 plastik, serta 10 kilogram kangkung yang dikemas menjadi 30 ikat. Seluruh produk tersebut merupakan hasil implementasi Program Ketahanan Pangan yang dikelola secara mandiri oleh Lapas Purwodadi melalui kegiatan pertanian dan peternakan produktif sebagai sarana pembinaan kemandirian warga binaan.
Antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan CFD terlihat sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan seluruh produk yang dipasarkan habis terjual dalam waktu singkat. Dari hasil penjualan tersebut diperoleh pendapatan sebesar Rp480.000 dari telur ayam, Rp78.000 dari terong, dan Rp30.000 dari kangkung, sehingga total hasil penjualan mencapai Rp588.000.
Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan di dalam lapas. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Program ketahanan pangan tidak hanya menghasilkan produk yang bernilai ekonomis, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan di bidang pertanian dan peternakan. Harapannya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal usaha mandiri ketika mereka telah selesai menjalani masa pidana,” ujar Erik.
Kegiatan pemasaran hasil program ketahanan pangan melalui CFD menjadi salah satu sarana bagi Lapas Purwodadi untuk memperkenalkan hasil karya dan produk warga binaan kepada masyarakat. Selain memberikan nilai ekonomis, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam bidang ketahanan pangan.
Ke depan, program pertanian dan peternakan produktif akan terus dikembangkan sebagai media pembinaan yang mampu meningkatkan keterampilan, kemandirian, dan kesiapan warga binaan dalam menghadapi kehidupan setelah bebas. Dengan demikian, warga binaan diharapkan memiliki bekal yang cukup untuk membangun usaha secara mandiri dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar serta menjadi wujud nyata implementasi pembinaan kemandirian yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan.
(Tim Humas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi)
#kemenimipas
#guardandguide
#infoimipas
#Pemasyarakatan
#ditjenpasjateng
#LapasPurwodadi
#setahunberdampak












