HUT ke-80 Bhayangkara, Bamsoet Dorong Polri Makin Profesional, Adaptif, dan Responsif*

Nasional55 views

 

*JAKARTA* – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Warga Kehormatan Utama Korps Brimob Polri, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengingatkan peringatan HUT ke-80 Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus menjadi momentum penting untuk memperkuat transformasi Polri menuju institusi yang semakin profesional, modern, adaptif, serta dipercaya masyarakat. Delapan dekade perjalanan Polri menunjukkan bahwa tantangan menjaga keamanan terus berubah, dari ancaman konvensional menjadi kejahatan siber, penipuan digital lintas negara, perdagangan orang, terorisme, pencucian uang, hingga kejahatan berbasis kecerdasan buatan. Karena itu, transformasi Polri tidak dapat berhenti pada pembenahan internal, tetapi harus menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Usia 80 tahun merupakan fase kematangan institusi Polri. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi Polri Presisi sehingga semakin profesional, modern, humanis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus semakin dipercaya masyarakat. Kepercayaan publik merupakan modal utama penegakan hukum dan menjaga stabilitas nasional,” ujar Bamsoet di Jakarta, Rabu (1/7/26).

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menjelaskan, tantangan keamanan nasional kini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Modus kejahatan siber berkembang sangat cepat, mulai dari pembobolan data, penipuan investasi daring, judi online, pencurian identitas digital, hingga pemanfaatan artificial intelligence untuk membuat konten palsu atau deepfake yang berpotensi memicu keresahan sosial. Kondisi tersebut menuntut Polri memperkuat kemampuan digital forensik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kerja sama internasional, serta mempercepat integrasi teknologi dalam sistem penegakan hukum. Di sisi lain, pelayanan publik berbasis digital yang telah berkembang melalui berbagai aplikasi kepolisian perlu terus disempurnakan agar semakin mudah diakses masyarakat.

“Transformasi Polri harus berjalan seiring transformasi masyarakat. Ketika kejahatan memanfaatkan teknologi mutakhir, aparat penegak hukum juga harus memiliki kemampuan, perangkat, dan sistem yang lebih maju sehingga mampu memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini memaparkan, stabilitas keamanan juga memiliki hubungan langsung dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Iklim investasi akan berkembang apabila terdapat kepastian hukum, keamanan yang terjaga, serta penegakan hukum yang adil. Indonesia yang tengah mendorong hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, ekonomi digital, transisi energi, dan peningkatan investasi membutuhkan institusi kepolisian yang mampu menjamin kepastian berusaha. Karena itu, peran Polri semakin strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Keamanan adalah fondasi pembangunan. Investor membutuhkan kepastian hukum, masyarakat membutuhkan rasa aman, pelaku usaha membutuhkan stabilitas. Semua itu memerlukan Polri yang profesional, responsif, dan mampu bekerja sama dengan seluruh elemen bangsa,” tegas Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran ini mengapresiasi berbagai langkah pembenahan yang terus dilakukan Polri dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai inovasi pelayanan publik, digitalisasi administrasi kepolisian, penguatan transparansi, hingga peningkatan keterbukaan terhadap kritik menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Sejumlah survei juga menunjukkan tren peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri. Hasil survei Litbang Kompas tahun 2026 mencatat tingkat kepercayaan publik kepada Polri mencapai sekitar 82,4 persen, meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Capaian tersebut menjadi modal penting yang harus dijaga melalui konsistensi pelayanan dan penegakan hukum yang berkeadilan.

“Kepercayaan masyarakat merupakan prestasi yang diraih melalui kerja keras dan harus terus dijaga serta tingkatkan. Polri yang semakin dipercaya akan menjadi perekat persatuan, pengawal demokrasi, penjaga stabilitas ekonomi, sekaligus pelindung masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan,” pungkas Bamsoet. (*)

News Feed