ISTIDRAJ DI BALIK AMPL0P

Sosial107 views

 

Pena wartawan adalah amanah. Namun kebenaran kerap dikalahkan oleh kepentingan dan amplop yang dibungkus rapi atas nama “uang lelah”. Pejabat yang nyata-nyata menyimpang justru dipoles dengan berita manis, sementara nurani perlahan dibungkam.
Allah mengingatkan:
“Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan jangan kamu sembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya.”
(QS. Al-Baqarah: 42)
Bahaya terbesar dari kebiasaan ini adalah istidraj—dosa terus berjalan, tetapi hidup terasa tetap lapang. Padahal Allah berfirman:
“Kami akan menarik mereka secara berangsur-angsur dari arah yang tidak mereka ketahui.”
(QS. Al-A’raf: 182)
Musibah kecil sering kali lebih menyelamatkan iman daripada kelapangan yang menipu. Yang rusak bukan Islamnya, melainkan akhlak sebagian pemeluknya. Islam mengajarkan amanah, bukan kepura-puraan.
Wartawan sejatinya penjaga nurani publik. Berita jujur mungkin tak memperkaya, namun ia menyelamatkan hati dan akhirat.
Doa:
Ya Allah, jagalah pena kami agar tetap berada di jalan kebenaran. Jauhkan kami dari istidraj, kuatkan iman kami untuk menolak kebatilan, dan wafatkan kami dalam keadaan membawa amanah, bukan pengkhianatan. Aamiin.

Penulis: TEUKU HUSAINI
Editor: TEUKU HUSAINI
Media: Sinyalgonews.com

News Feed