Labura, Kesbangnews.com — Peredaran narkotika jenis sabu kembali menjadi sorotan tajam masyarakat di Kampung Toba, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Warga menilai wilayah tersebut belakangan semakin sering dikaitkan dengan dugaan aktivitas transaksi narkoba yang berlangsung secara tertutup namun seolah berjalan tanpa hambatan.
Sejumlah warga menyebut aktivitas mencurigakan kerap terlihat di beberapa titik, terutama di sekitar area kolam hingga kawasan simpang tower. Orang-orang yang tidak dikenal disebut datang silih berganti, singgah dalam waktu singkat, lalu pergi dengan cepat.
“Orang datang sebentar, tidak lama langsung pergi. Polanya seperti itu terus. Makanya warga menduga ada transaksi sabu,” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Dalam pembicaraan masyarakat, dua nama paling sering disebut berkaitan dengan dugaan aktivitas tersebut, yakni pria berinisial KH dan N. KH disebut-sebut oleh warga sering terlihat beraktivitas di sekitar kawasan musala yang berada di belakang kolam, sementara N dikaitkan dengan area simpang tower yang lokasinya tidak jauh dari titik tersebut.
Meski informasi tersebut berkembang luas di tengah masyarakat, warga menegaskan bahwa kebenaran dugaan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum untuk mengungkapnya melalui penyelidikan resmi.
Namun yang membuat warga semakin resah, dugaan peredaran sabu di Kampung Toba disebut tidak berdiri sendiri. Dari penelusuran informasi yang berkembang di masyarakat, pasokan narkotika tersebut diduga berasal dari wilayah Kampung Baru, yang juga berada di Kecamatan Kualuh Hulu.
Dalam percakapan warga, sosok berinisial U kerap disebut sebagai pihak yang diduga menjadi sumber pasokan sabu ke sejumlah titik peredaran di kawasan tersebut. Dugaan ini memperkuat anggapan masyarakat bahwa peredaran narkoba yang terjadi kemungkinan merupakan bagian dari jaringan yang lebih luas.
Tidak hanya berhenti di situ, sejumlah warga juga mengaitkan dugaan jaringan tersebut dengan wilayah Desa Sidua-dua, Kecamatan Kualuh Selatan. Di desa tersebut, dua nama lain yang dikenal dengan inisial K dan T turut disebut-sebut sebagai bagian dari jaringan yang diduga memiliki sumber pasokan yang sama.
Rangkaian informasi ini membuat masyarakat semakin mempertanyakan sejauh mana pengawasan dan langkah pemberantasan narkoba di wilayah tersebut berjalan.
Warga berharap Polres Labuhanbatu di bawah kepemimpinan Kapolres AKBP Wahyu Endrajaya melalui Kasat Resnarkoba AKP Hardiyanto dapat menindaklanjuti berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut warga, komitmen perang terhadap narkoba harus dibuktikan dengan langkah nyata, bukan sekadar penangkapan pengguna yang kerap terjadi, sementara para pihak yang diduga menjadi pengendali peredaran masih terus disebut-sebut bebas beraktivitas.
“Kalau memang ada jaringan, masyarakat berharap aparat berani mengungkap sampai ke sumbernya. Jangan hanya yang kecil-kecil saja yang ditangkap,” ungkap seorang tokoh masyarakat.
Kini masyarakat di Kualuh Hulu hingga Kualuh Selatan menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk memastikan kebenaran berbagai dugaan tersebut sekaligus memutus mata rantai peredaran narkotika yang dikhawatirkan terus merusak generasi muda. (Red/Tim)










