Pekanbaru, Ketua Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) DPD Pessel dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes memberikan sambutan saat acara yudisium dan sumpah dokter angkatan ke-73 di Universitas Riau Pekanbaru, Selasa (27/01/2026)
Acara yudisium dan sumpah dokter FK UNRI dihadiri oleh Rektor Unri, Dekan & wakil Dekan FK Unri, Kadis Kesehatan Riau, Ketua IDI Wilayah Riau, para direktur RSUD, orang tua dokter yang di sumpah, Dosen, guru besar, dan tamu undangan lainnya.
dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes memberikan sambutan sebagai berikut : pada hari yang sangat bermakna ini kita dapat menyaksikan putra-putri kami mengucapkan Sumpah Dokter, sebuah tonggak penting dalam perjalanan hidup dan pengabdian mereka.
Kami berdiri di sini mewakili seluruh orang tua dan keluarga dokter baru Fakultas Kedokteran Universitas Riau angkatan ke-73, dengan perasaan haru, bangga, dan penuh syukur. Hari ini bukan hanya hari kelulusan akademik, tetapi hari lahirnya tanggung jawab besar sebagai seorang dokter.
Perjalanan hingga ke titik ini tentu bukan perjalanan yang mudah. Kami menyaksikan secara langsung bagaimana putra-putri kami berjuang menghadapi lelahnya kuliah, panjangnya masa pendidikan, tekanan akademik, dan berbagai pengorbanan lainnya. Namun hari ini, semua jerih payah itu terbayar dengan sebuah kehormatan: mengabdi sebagai dokter bagi sesama manusia.
Pada kesempatan yang mulia ini, izinkan kami menyampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh pimpinan, dosen, dan civitas academica Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Bapak dan Ibu tidak hanya mengajarkan ilmu kedokteran, tetapi juga menanamkan nilai-nilai etika, empati, dan kemanusiaan yang menjadi jiwa dari profesi dokter.
Kepada anak-anak kami, para dokter baru, kami ingin menyampaikan pesan dari hati kami sebagai orang tua. Ingatlah bahwa sumpah yang kalian ucapkan hari ini adalah janji kepada Tuhan, Janji kepada masyarakat, dan Janji kepada nurani kalian sendiri. Jadilah dokter yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga tulus dalam melayani, jujur dalam bertindak, dan rendah hati dalam pengabdian.
Kami menyadari bahwa jalan yang akan kalian tempuh ke depan tidak selalu mudah. Akan ada tantangan, kelelahan, dan dilema. Namun percayalah, selama kalian berpegang teguh pada sumpah dokter dan nilai kemanusiaan, kalian akan selalu berada di jalan yang benar.
Akhir kata, kami sebagai orang tua hanya dapat mendoakan, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi langkah para dokter baru, memberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan profesi yang mulia ini, serta menjadikan mereka dokter yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara, ujar dr H Misri.







