KH. Djubaidi Adih: Dakwah Pemuda Harus Jadi Motor Gerakan Pilah Sampah di DKI Jakarta

Nasional466 views

Kesbangnews.com – Lembaga Koordinasi Dakwah Islam (KODI) Provinsi DKI Jakarta menggelar Sarasehan Dakwah Pemuda bertema “Model Intervensi Lembaga Dakwah Pemuda dalam Mensukseskan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pilah Sampah” di Hotel Lumeos, Cempaka Putih, Jakarta, Kamis (9/7/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis yang mempertemukan unsur pemerintah, tokoh agama, akademisi, organisasi kepemudaan, dan para pegiat dakwah guna memperkuat kolaborasi dalam mendukung implementasi kebijakan pengelolaan sampah melalui pendekatan dakwah yang edukatif, persuasif, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

 

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ust. Fauzan Amin, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, penyampaian laporan penyelenggara, doa yang dipimpin KH. Ahmad Zaki, serta sesi sarasehan.

 

Dalam laporan penyelenggara, Wakil Ketua Lembaga Koordinasi Dakwah Islam (KODI) Provinsi DKI Jakarta, KH. Djubaidi Adih, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Sarasehan Dakwah Pemuda merupakan bentuk komitmen KODI DKI Jakarta dalam memperkuat kontribusi lembaga dakwah terhadap penyelesaian persoalan sosial, khususnya isu pengelolaan sampah yang saat ini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui *nstruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pilah Sampah.

 

Menurutnya, dakwah harus mampu berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Tidak hanya menyampaikan ajaran agama, dakwah juga perlu menjadi sarana edukasi, pemberdayaan, dan transformasi sosial yang mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

 

Ia menjelaskan, forum tersebut sengaja menghadirkan unsur pemerintah, tokoh agama, akademisi, dan generasi muda sebagai ruang bertukar gagasan dalam merumuskan model intervensi dakwah yang relevan terhadap persoalan lingkungan. KODI DKI Jakarta berharap gerakan dakwah mampu melahirkan aksi nyata yang melibatkan masjid, majelis taklim, organisasi kepemudaan, dan komunitas masyarakat dalam membudayakan pilah sampah sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Islam.

 

Sarasehan menghadirkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Nong Andah Daroh Mahmada selaku Staf Khusus Gubernur Provinsi DKI Jakarta, serta KH. Jamaluddin F. Hasyim, M.H., Ketua Lembaga Koordinasi Dakwah Islam (KODI) Provinsi DKI Jakarta. Jalannya diskusi dipandu oleh H. Emka Farah Mumtaz, S.Psi., M.P.P.

 

Dalam paparannya, para narasumber menegaskan bahwa keberhasilan implementasi budaya pilah sampah membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Lembaga dakwah dinilai memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun kesadaran masyarakat melalui pendekatan keagamaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

 

Sementara itu, Ketua KODI Provinsi DKI Jakarta, KH. Jamaluddin F. Hasyim, M.H., menegaskan bahwa dakwah harus mampu menjawab tantangan zaman, termasuk persoalan lingkungan hidup yang kini menjadi isu bersama.

 

> “Melalui Sarasehan Dakwah Pemuda ini, kami ingin mendorong lahirnya gerakan dakwah yang lebih progresif, solutif, dan berdampak nyata. Pemuda harus menjadi pelopor perubahan dengan mengajak masyarakat membiasakan budaya pilah sampah sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Islam yang mengajarkan kebersihan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap alam,” ujar KH. Jamaluddin F. Hasyim, M.H.

 

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pilah Sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari masjid, majelis taklim, organisasi kepemudaan, hingga lembaga dakwah agar budaya pilah sampah tumbuh sebagai gerakan bersama.

 

“Kami berharap kegiatan ini menjadi titik awal penguatan sinergi antara pemerintah dan lembaga dakwah dalam membangun masyarakat yang religius sekaligus memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Dakwah harus hadir sebagai solusi bagi persoalan umat dan bangsa,” tutupnya.

 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif yang diikuti peserta dari berbagai organisasi dakwah, komunitas kepemudaan, dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui sarasehan ini, KODI Provinsi DKI Jakarta berharap lahir komitmen bersama untuk memperkuat peran dakwah sebagai penggerak perubahan sosial sekaligus mendukung terwujudnya budaya pilah sampah yang berkelanjutan di ibu kota.

 

News Feed