LAKAM GELAR SILATURAHMI SAMBUT RAMADHAN, PERKUAT NILAI ADAT DAN KEISLAMAN

Budaya9 views

 

Editor: TEUKU HUSAINI

Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Lembaga Advokasi Kebudayaan Adat Minangkabau (LAKAM) menggelar pertemuan silaturahmi yang berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus LAKAM serta unsur Bundo Kanduang, sebagai representasi perempuan adat Minangkabau yang memiliki peran strategis dalam menjaga nilai budaya dan moral masyarakat.
Pertemuan silaturahmi tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai bentuk penguatan spiritual dan pengingat akan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai momentum introspeksi diri, peningkatan keimanan, serta penguatan ukhuwah di tengah kehidupan bermasyarakat. Suasana religius terasa kental, sejalan dengan semangat adat Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.
Sekretaris Jenderal LAKAM, Adi Saputra, SE, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pengarahan terkait pemanfaatan kantor baru LAKAM yang berlokasi di Jalan Diponegoro, milik Abdullah Kamil. Ia menekankan bahwa keberadaan kantor baru ini diharapkan menjadi pusat aktivitas organisasi, ruang konsolidasi pengurus, serta wadah advokasi adat dan kebudayaan Minangkabau yang lebih efektif dan terarah.
“Kantor ini bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi harus menjadi rumah besar perjuangan adat dan kebudayaan Minangkabau. Dari sinilah gagasan, advokasi, dan langkah strategis LAKAM dilahirkan,” ujar Adi Saputra dalam arahannya.
Sementara itu, Ketua Umum LAKAM, Azwar Siri, SH, MH, CPL, dalam pengarahannya menegaskan pentingnya soliditas organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, derasnya arus globalisasi dan modernisasi tidak boleh menggerus nilai-nilai adat dan jati diri Minangkabau yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Azwar Siri juga mengajak seluruh pengurus dan Bundo Kanduang untuk menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum memperkuat komitmen moral, integritas, serta kepekaan sosial dalam menjalankan peran advokasi adat dan kebudayaan. Ia menegaskan bahwa LAKAM harus hadir tidak hanya sebagai lembaga simbolik, tetapi sebagai garda terdepan dalam membela hak-hak adat dan menjaga marwah budaya Minangkabau.
Pengarahan Ketua Umum tersebut didampingi oleh Ketua Harian LAKAM, Teuku Husaini, yang turut menegaskan pentingnya sinergi antarstruktur organisasi. Menurutnya, kebersamaan antara pengurus, tokoh adat, dan Bundo Kanduang merupakan kekuatan utama LAKAM dalam menjalankan peran sosial dan kultural di tengah masyarakat.
Pertemuan silaturahmi ini diharapkan mampu mempererat hubungan antar pengurus serta memperkuat visi bersama LAKAM dalam menjaga dan memperjuangkan kebudayaan adat Minangkabau. Menyambut Ramadhan, LAKAM berkomitmen menjadikan nilai adat dan keislaman sebagai landasan utama dalam setiap langkah dan kebijakan organisasi ke depan.(Sinyalgones.com)

 

 

 

 

News Feed