Lima Pemenang Masih Menanti Haknya, Afri Joni Pertanyakan Realisasi Hadiah Umrah Minang United Festival 2019

Hukum, Nasional28 views

Teks Gambar: Dokumentasi penyerahan simbolis hadiah satu paket umrah kepada pemenang dalam rangkaian Minang United Festival Milenial 2019 di Padang, Sumatera Barat, 27 Maret 2019. (Foto: Dok. google/ist)

PADANG/JAKARTA — Enam tahun berlalu sejak penyelenggaraan Minang United Festival Milenial 2019 di Padang, Sumatera Barat. Namun, persoalan lima paket hadiah umrah yang dijanjikan kepada para pemenang hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar.

Afri Joni Zoebir, salah satu dari lima pemenang hadiah umrah sekaligus perwakilan para pemenang lainnya, mempertanyakan kepastian realisasi hadiah yang hingga sekarang belum mereka terima. Padahal, hadiah tersebut telah diumumkan sebagai bagian dari rangkaian pembagian doorprize dalam kegiatan yang diikuti ribuan peserta tersebut.

Menurut Afri Joni, kegiatan Minang United Festival Milenial 2019 yang dikaitkan dengan Prof. Firdaus Ali, Koordinator Staf Ahli Kantor Gubernur DKI Jakarta pada 2019, menjanjikan sejumlah hadiah bagi peserta, termasuk lima paket perjalanan ibadah umrah ke Tanah Suci.

Ironisnya, sejumlah hadiah lain seperti telepon genggam, mesin cuci, dan kipas angin disebut telah diterima oleh para pemenangnya. Sementara itu, lima paket umrah justru belum terealisasi hingga bertahun-tahun kemudian.

Afri Joni mengaku telah berulang kali menghubungi Prof. Firdaus Ali untuk meminta penjelasan. Ia bahkan beberapa kali mendatangi Balai Kota DKI Jakarta guna mempertanyakan kelanjutan hadiah tersebut. Namun, menurut pengakuannya, upaya untuk bertemu langsung belum membuahkan hasil. Bahkan, sejumlah staf yang ditemuinya tidak dapat memberikan kepastian mengenai keberadaan maupun kesempatan untuk menemui yang bersangkutan.

“Ini bukan lagi persoalan menunggu hadiah. Kami hanya meminta kejelasan dan pertanggungjawaban atas sesuatu yang sudah diumumkan dan ditetapkan sebagai hadiah bagi para pemenang. Jangan sampai masyarakat yang telah dinyatakan menang justru dibiarkan tanpa kepastian,” demikian penegasan Afri Joni.

Ia juga menyebutkan bahwa persoalan hadiah dalam kegiatan tersebut tidak hanya menyangkut lima paket umrah. Menurutnya, terdapat sejumlah pemenang hadiah lainnya yang bahkan telah menempuh jalur pelaporan kepada kepolisian terkait persoalan hadiah yang belum diterima.

Afri Joni meminta pihak penyelenggara, panitia, serta pihak-pihak yang memiliki tanggung jawab dalam kegiatan tersebut segera memberikan penjelasan terbuka. Jika memang terdapat kendala dalam realisasi hadiah, para pemenang berhak mendapatkan informasi yang jelas, bukan dibiarkan menunggu tanpa kepastian.

Menurutnya, hadiah yang diumumkan dalam sebuah kegiatan publik bukan sekadar pemanis acara atau strategi menarik antusiasme peserta. Ketika seseorang telah dinyatakan sebagai pemenang, harus ada tanggung jawab untuk memastikan komitmen tersebut dilaksanakan.

“Jangan sampai kepercayaan masyarakat justru menjadi korban. Kami berharap lima paket umrah yang dijanjikan benar-benar direalisasikan sebagaimana ketentuan dan pengumuman panitia saat kegiatan berlangsung,” tegas Afri Joni.

Kini, setelah bertahun-tahun berlalu, pertanyaan para pemenang tetap sama: Ke mana realisasi lima paket umrah tersebut, siapa yang bertanggung jawab, dan kapan hak para pemenang akan dipenuhi?

Publik menantikan penjelasan dan itikad baik dari pihak penyelenggara. Sebab, sebuah kegiatan yang membawa nama besar dan melibatkan ribuan masyarakat semestinya juga diikuti tanggung jawab untuk menuntaskan setiap komitmen yang telah diumumkan.

Laporan Redaksi Media: Bar.S

News Feed