Mahasabha XIII PHDI Jadi Momentum Perkuat Dharma Agama dan Dharma Negara

Home37 views

Foto: Tampak saat Poto bersama, (istimewa)

Jakarta, KESBANG || NEWS — Lima tahun kepemimpinan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat menjadi perjalanan penuh dinamika. Berbagai tantangan telah dilalui, namun semangat untuk menjaga persatuan umat dan memperkuat kontribusi bagi bangsa terus menjadi pegangan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dalam Mahasabha XIII PHDI yang digelar di Jakarta, 8–11 Oktober 2026.

Wisnu menggambarkan perjalanan PHDI selama lima tahun terakhir seperti mengarungi samudera. Ada gelombang besar dan kecil yang harus dihadapi bersama.

“Selama lima tahun ini kami sudah mengarungi samudera, naik turun gelombang untuk tetap tegar dalam membangun umat dan yakin Tuhan bersama kita,” ujar Wisnu.

Menurut dia, perjalanan organisasi tidak selalu berjalan mulus. Namun, berbagai dinamika justru menjadi bagian penting dalam memperkuat PHDI sebagai wadah umat Hindu di Indonesia.

Mahasabha XIII pun tidak sekadar menjadi forum pertanggungjawaban organisasi dan pemilihan kepemimpinan baru. Forum tersebut menjadi momentum untuk menentukan arah perjalanan PHDI ke depan.

Tema “Penguatan PHDI Melalui Dharma Agama dan Dharma Negara Menuju Indonesia Raya” menjadi penegasan bahwa kehidupan keagamaan dan kehidupan kebangsaan harus berjalan beriringan.

Wisnu berharap proses pergantian kepemimpinan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan mengedepankan musyawarah mufakat.

“Siapa pun yang akan terpilih nantinya harus kita dukung dan bersama-sama menegakkan kehidupan Hindu dengan baik,” katanya.

### Kurikulum Cinta untuk Rawat Keberagaman

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka Mahasabha XIII PHDI mengingatkan pentingnya membangun kehidupan beragama yang penuh cinta.

Menurut dia, keberagaman Indonesia merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. Karena itu, nilai cinta, toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan perlu terus diperkuat.

“Kurikulum Cinta” yang dikembangkan Kementerian Agama menjadi salah satu pendekatan untuk menanamkan nilai tersebut.

Dengan semangat cinta, perbedaan tidak menjadi alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi energi untuk membangun bangsa secara bersama-sama.

Dharma Agama dan Dharma Negara

Ketua MPR RI Ahmad Muzani juga menekankan pentingnya sinergi Dharma Agama dan Dharma Negara.

Menurutnya, umat Hindu memiliki kontribusi penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Warisan kebudayaan Hindu yang berkembang di Nusantara menjadi bagian tidak terpisahkan dari identitas bangsa.

Karena itu, kontribusi umat Hindu diharapkan tidak berhenti pada aspek keagamaan. Peran dalam pendidikan, kebudayaan, ekonomi, sosial hingga pembangunan nasional juga perlu terus diperkuat.

Mahasabha XIII menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai gagasan tersebut.

Bukan Sekadar Pergantian Pengurus

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai Mahasabha XIII harus menjadi momentum memperkuat persatuan umat Hindu.

PHDI, kata dia, merupakan rumah besar umat Hindu Indonesia. Karena itu, konsolidasi internal perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pelayanan kepada umat.

Pendidikan generasi muda, pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya dan situs keagamaan serta peningkatan kontribusi umat dalam pembangunan menjadi sejumlah agenda yang perlu mendapat perhatian.

Dengan demikian, hasil Mahasabha tidak berhenti pada pergantian kepengurusan.

Lebih jauh, forum lima tahunan tersebut diharapkan mampu melahirkan arah baru yang menjawab kebutuhan umat sekaligus memperkuat kontribusi PHDI terhadap bangsa dan negara.

Perjalanan lima tahun terakhir menjadi pengalaman. Gelombang yang telah dilalui menjadi pelajaran. Kini, tantangannya adalah membawa PHDI berlayar lebih jauh dengan persatuan sebagai kekuatan utama.

Mahasabha XIII pun diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat Dharma Agama, Dharma Negara dan kontribusi umat Hindu dalam perjalanan menuju Indonesia Raya.(Bar.S)

News Feed