MAI Apresiasi Danantara Gandeng KPK Audit BUMN: Bersih dari Korupsi, Kinerja Pun Meningkat

Nasional13 views

Foto: istimewa 

Jakarta, KESBANG|| NEWS– Majelis Adat Indonesia (MAI) menyampaikan apresiasi atas langkah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengaudit dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sekaligus mengapresiasi capaian positif peningkatan kinerja sejumlah BUMN yang berhasil mencatatkan pertumbuhan laba dan berbalik dari kondisi merugi menjadi menguntungkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Majelis Adat Indonesia (MAI), Dato’ M. Rafik Datuk Rajo Kuaso, usai menghadiri Conference King Asia Africa di Denpasar, Bali, yang mempertemukan para raja, sultan, pemimpin adat, akademisi, serta delegasi dari berbagai negara Asia dan Afrika.

Menurut Dato’ M. Rafik, keberanian Danantara untuk meminta pendampingan sekaligus audit dari KPK merupakan sinyal positif bahwa upaya membangun tata kelola BUMN yang bersih tidak hanya berhenti pada slogan, tetapi mulai diwujudkan melalui langkah nyata.

“Majelis Adat Indonesia mengapresiasi niat baik Danantara yang secara terbuka meminta KPK mengaudit dugaan korupsi di internal BUMN. Langkah ini menunjukkan keberanian moral bahwa pembenahan BUMN tidak cukup hanya dengan restrukturisasi, tetapi juga harus disertai penegakan hukum yang tegas apabila ditemukan penyimpangan,” ujar Dato’ M. Rafik.

Ia menilai, rencana penutupan ratusan BUMN yang terus merugi tidak boleh dipandang semata sebagai kebijakan efisiensi, melainkan harus menjadi momentum untuk menuntaskan berbagai persoalan tata kelola yang selama ini membebani keuangan negara.

MAI berpandangan bahwa setiap dugaan penyimpangan harus diproses secara transparan sehingga tidak ada pihak yang dapat berlindung di balik proses restrukturisasi perusahaan.

Di sisi lain, MAI juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Danantara yang dalam beberapa bulan terakhir berhasil mendorong peningkatan laba sejumlah BUMN.

Berdasarkan berbagai laporan yang telah dipublikasikan, banyak perusahaan negara mencatat pertumbuhan keuntungan yang signifikan, bahkan beberapa BUMN yang sebelumnya mengalami kerugian kini berhasil berbalik mencetak laba setelah menjalani restrukturisasi, transformasi bisnis, dan penguatan permodalan.

Menurut Dato’ M. Rafik, capaian tersebut menjadi indikator bahwa reformasi tata kelola dan efisiensi mampu menghasilkan manfaat nyata apabila dijalankan secara konsisten.

“Prestasi peningkatan keuntungan sejumlah BUMN patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa pembenahan manajemen dapat memberikan hasil positif bagi perusahaan negara. Namun keberhasilan finansial harus dibarengi dengan integritas. Jangan sampai keuntungan meningkat, tetapi praktik korupsi justru masih dibiarkan hidup,” tegasnya.(3/7)

Lebih lanjut, MAI menilai bahwa keberhasilan BUMN tidak hanya diukur dari besarnya laba, melainkan juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat, kemampuan menciptakan lapangan pekerjaan, memperkuat ekonomi nasional, serta menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan aset negara.

Sebagai lembaga adat nasional yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab, MAI menegaskan bahwa pemberantasan korupsi merupakan bagian dari nilai moral yang hidup dalam seluruh kearifan lokal Nusantara.

“Dalam adat Nusantara dikenal nilai amanah. Harta negara bukan warisan pribadi, melainkan titipan rakyat yang wajib dijaga. Karena itu setiap rupiah uang negara harus dipertanggungjawabkan secara jujur dan transparan,” kata Dato’ M. Rafik.

MAI berharap sinergi antara Danantara dan KPK tidak berhenti pada proses audit semata, tetapi menjadi fondasi bagi lahirnya tata kelola BUMN yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.

Menurut MAI, apabila agenda pemberantasan korupsi berjalan seiring dengan peningkatan kinerja perusahaan negara, maka BUMN akan semakin mampu menjadi motor penggerak pembangunan nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Kami mendukung setiap langkah yang bertujuan menyelamatkan aset negara, membersihkan praktik korupsi, dan meningkatkan daya saing BUMN. Keberhasilan ekonomi dan integritas harus berjalan beriringan. Itulah fondasi Indonesia yang kuat dan bermartabat,” tutup Dato’ M. Rafik Datuk Rajo Kuaso.(Red/Bar.S)

News Feed