Aceh Timur, 4 Februari 2026 — PT Medco E & P Malaka (Medco E&P) bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) terus berperan aktif dalam upaya pemulihan dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Timur. Air bersih hingga saat ini menjadi salah satu kebutuhan korban bencana tersebut, karena itu salah satu bentuk dukungan tersebut melalui pendistribusian sebanyak 1,13 juta liter air bersih bagi masyarakat di 56 desa terdampak yang tersebar di lima kecamatan.
Distribusi air bersih telah dilakukan sejak 3 Desember 2025 dengan mengerahkan empat unit mobil tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Bantuan ini ditujukan untuk membantu warga yang kesulitan mengakses air bersih akibat sumur dan sumber air alami yang belum dapat dimanfaatkan pascabanjir. Adapun lima kecamatan yang menjadi sasaran distribusi meliputi Kecamatan Julok, Simpang Ulim, Pante Bidari, Nurussalam, dan Peureulak, yang merupakan wilayah dengan dampak banjir cukup parah.
Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn mengatakan, bantuan air bersih ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat hingga pemulihan. “Distribusi air bersih ini ditujukan untuk membantu warga di 56 desa yang mengalami keterbatasan akses air bersih, yang berdampak pada kesehatan dan aktivitas dasar sehari-hari. Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat kembali beraktivitas secara normal pada masa pemulihan pascabanjir,” ujar Leony.
Lebih lanjut, Leony menegaskan komitmen perusahaan untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah. “Kami berkomitmen mendukung upaya penanggulangan darurat bencana alam dengan terlibat aktif sesuai kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. Kami juga berterima kasih atas dukungan pemerintah dan masyarakat sehingga perusahaan dapat terus beroperasi dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Alfarlaky, mengapresiasi langkah cepat Medco E&P Malaka dalam membantu masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan. “Bantuan dari Medco E&P Malaka menjadi salah satu kontribusi terbesar pada masa tanggap darurat dan dilanjutkan masa pemulihan. Kami berharap ini mendorong pihak lain untuk ikut membantu Aceh Timur bangkit,” kata Iskandar. (*)







