Membawa Identitas Santri ke Panggung Dunia, Dr. H. Gugun Gumilar Tegaskan Ilmu dan Moral Tak Terpisahkan

Nasional461 views

Kesbangnews.com – Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., akademisi, pakar studi Islam, cendekiawan muslim, serta spesialis ilmu agama dan pendidikan Islam yang memiliki konsentrasi pada pengembangan moderasi beragama, pendidikan Islam, dialog antaragama (interfaith), dan diplomasi keagamaan, kembali mengenakan sorban yang telah menemaninya lebih dari 20 tahun sebagai simbol warisan nilai dan pengabdian dari kedua orang tuanya.

 

Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Gugun menuturkan bahwa sorban tersebut merupakan hadiah sekaligus peninggalan berharga dari almarhum ayah dan ibunya yang selama hidup mengabdikan diri sebagai guru mengaji di kampung halaman. Baginya, sorban bukan sekadar atribut berpakaian, melainkan pengingat untuk tetap menjadikan agama sebagai fondasi dalam setiap langkah kehidupan.

 

“Sorban ini memberi pesan agar di mana pun kaki melangkah, agama tetap menjadi pengikat, sumber nilai, dan kompas moral dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat, peradaban, serta kerukunan,” tulis Gugun.

 

Lulusan pendidikan Islam sejak Raudhatul Athfal, madrasah, pesantren, hingga perguruan tinggi keagamaan di bawah naungan Kementerian Agama RI itu menegaskan bahwa perjalanan akademiknya membentuk keyakinan bahwa ilmu pengetahuan dan moralitas tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, pendidikan Islam harus mampu melahirkan generasi yang unggul secara intelektual sekaligus kokoh dalam akhlak.

 

Pengalaman menempuh pendidikan lanjutan di Amerika Serikat dan sejumlah negara di Eropa, kata Gugun, justru semakin menguatkan identitasnya sebagai santri. Sorban tersebut selalu dibawanya sebagai simbol jati diri pesantren dan madrasah di berbagai forum akademik internasional.

 

Ia menilai pesantren memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan global, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, serta memahami dinamika geopolitik dunia tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

 

“Pesantren harus terus berkembang, melahirkan generasi yang mampu berdialog dengan dunia, memahami perkembangan global, tetapi tetap teguh menjaga identitasnya,” ujarnya.

 

Gugun juga menekankan bahwa menuntut ilmu di negara-negara Barat bukan berarti meninggalkan akar pendidikan Islam. Sebaliknya, pengalaman global harus menjadi modal untuk membawa nilai-nilai luhur pesantren dalam membangun peradaban, memperkuat bangsa, serta mengejar ketertinggalan Indonesia di tingkat internasional.

 

Di akhir pesannya, Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D. mengajak seluruh santri, pelajar madrasah, dan generasi muda Indonesia agar percaya diri menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Ia menegaskan bahwa lulusan pesantren memiliki kapasitas untuk bersaing di panggung dunia tanpa harus meninggalkan identitas keislaman dan keindonesiaannya.

 

“Jangan minder menjadi anak madrasah dan pesantren. Teruslah belajar setinggi-tingginya, jaga bangsamu, dan berikan kontribusi terbaik untuk Indonesia,” tutupnya.

News Feed