MEMBEDAH TRIK MANIPULASI GEROMBOLAN JOKOWI.

Opini47 views

MEMBEDAH TRIK MANIPULASI GEROMBOLAN JOKOWI.

Oleh: Saiful Huda Ems.

Kalian pasti tahu atau setidaknya merasa, bahwa orang-orang seperti Jokowi dan Prabowo itu penuh kebohongan, karena apa yang dikatakannya seringkali jauh dari realitasnya. Namun enehnya, pidato-pidato mereka seringkali membangkitkan harapan banyak orang, minimal orang-orang yang menjadi pendukungnya.

Nah, seperti itulah para manipulator itu bekerja, menguasai pikiran dan emosi kita. Karenanya diperlukan kontrol yang kuat dari diri kita, terhadap omongan atau pikiran orang lain, hingga kita jangan sampai menjadi korban dari omongan atau pikiran orang lain.

Seni memanipulasi atau membujuk untuk menguasai pikiran dan perasaan/emosi orang ini sudah dipelajari dan diungkapkan rahasianya oleh Aristoteles sejak -+2300 an tahun yang lalu, melalui karyanya Rhetorica, dan sampai hari ini masih banyak orang menggunakannya, khususnya bagi para penguasa, politisi, lawyer, pendakwah agama yang tidak jujur dll.

Jokowi misalnya pernah mengatakan akan memproduksi mobil ESEMKA secara besar-besaran dan yang pesan sudah ada lebih dari 3000 an orang. Bagi rakyat ketika itu sudah nyaris tak percaya, apa bisa Jokowi bakal memproduksi mobil sebanyak itu, yang akan dibuat oleh para siswa?

Sangat mustahil rasanya, namun keraguan pikiran rakyat itu kemudian dimentahkan dengan sebuah harapan besar, Indonesia akan maju dan dapat memproduksi mobil ESEMKA. Kenyataannya? Semua yang dikatakan oleh Jokowi itu bulshit semua !.

Pun demikian dengan Prabowo, yang pernah bahkan bolak-balik pidato menggebu-gebu, ingin memerangi para koruptor dan mau membuat penjara di pulau yang dikelilingi laut berombak ganas hingga koruptor akan susah kabur. Rakyat yang ragu menjadi mendukungnya, karena ada harapan Indonesia akan terbebas dari koruptor.

Kenyataannya? Koruptor malah tambah beranak pinak. Jangankan mereka akan dimasukkan ke penjara di pulau yang dikelilingi lautan yang berombak ganas, dipanggil KPK pun saja tidak banyak dilakukan, bahkan yang sudah menyandang status tersangka korupsipun masih dibiarkan hidup bebas.

Inilah perlunya kita memahami seni manipulasi yang dilakukan oleh para manipulator, bukan supaya kita bangkit menjadi manipulator baru, melainkan supaya kita tidak menjadi korban dari para manipulator yang menguasai pikiran dan emosi kita.

Pidato menggebu-gebu mau melawan habis-habisan oligarki yang menguasai dan menjarah kekayaan alam negeri kita, tidak tahunya empat jam setelah itu malah rapat dengan para Oligark. Demikian pula dengan rilis terbaru dari partainya, yang menunjukkan data-data keberhasilan program-program pemerintahannya, jujur saja sebagai rakyat saya merasakan hal itu sangat jauh dari realitasnya di lapangan.

Ah, kalian pasti tahu bagaimana persoalan para pedagang makanan, para guru, orang tua yang ingin melanjutkan study anak-anaknya dll., setelah adanya program MBG. Oleh sebab itu, ayolah sebagai rakyat itu kita ini ojo meneng-meneng wae, kudu bersuara kritis ngonoloh, biar kecerdasan rakyat tidak pernah diremehkan.

Hidup rasanya hampa jika kita tidak menggelorakan perjuangan ! Merdeka !✊️…(SHE).

11 Februari 2026.

Saiful Huda Ems (SHE).

News Feed