Menakluk Ibu Kota: Kisah Putra Sulit Air, Solok yang Membangun Imperium Pendidikan YARSI

Umum115 views

 

Semangat merantau bagi masyarakat Minangkabau bukan sekadar berpindah tempat, melainkan sebuah misi untuk membawa perubahan dan kemanfaatan bagi khalayak luas. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Prof. Dr. Jurnalis Uddin, P.A.K., seorang pakar kesehatan asal Sulit Air, Solok, yang sukses membangun salah satu imperium pendidikan dan kesehatan Islam paling berpengaruh di Indonesia: Yayasan YARSI.

Akar Perjuangan dari Tanah Solok
Lahir pada 10 Juli 1937 dari pasangan Uddin dan Zainah, masa kecil Jurnalis dihabiskan di bawah asuhan alam Minangkabau yang menanamkan kemandirian. Sebagai putra asli Sulit Air, Solok, sebuah nagari yang dikenal melahirkan banyak tokoh sukses, Jurnalis muda memiliki impian besar untuk menaklukkan tantangan di dunia medis.

Perjalanan akademiknya dimulai dari Bulaksumur, di mana ia meraih gelar dokter dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1965. Tak puas sampai di situ, ia melanjutkan spesialisasi Anatomi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), mengasah keahliannya di jantung pendidikan kedokteran tanah air.

Membangun Peradaban Lewat YARSI
Langkah besar Jurnalis Uddin dimulai saat ia bersama kolega seperjuangannya, termasuk Prof. Asri Rasad, membidani lahirnya Yayasan YARSI. Niatnya tulus: menghadirkan lembaga pendidikan tinggi dan pelayanan kesehatan yang memadukan keunggulan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai luhur Islam.

Di bawah tangan dinginnya, Universitas YARSI bertransformasi dari sebuah sekolah tinggi menjadi universitas papan atas yang memiliki gedung megah di pusat ibu kota. Tidak hanya pendidikan, kejayaan YARSI juga merambah ke sektor kesehatan melalui jaringan Rumah Sakit YARSI yang modern dan profesional. Dedikasi Jurnalis di institusi ini membawanya meraih gelar Guru Besar, sebuah pengakuan tertinggi di dunia akademik.

Kepemimpinan yang Humanis
Meski sibuk mengelola “imperium” pendidikan dan kesehatan, Prof. Jurnalis dikenal sebagai pemimpin yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Hal ini dibuktikannya dengan menjabat sebagai Kepala Lembaga Studi Kependudukan dan Gender di Universitas YARSI. Ia konsisten menyuarakan pentingnya keseimbangan antara kemajuan medis dan isu-isu sosial kemasyarakatan.

Inspirasi Perantau: Tak Lupa Kulit
Kisah sukses Prof. Jurnalis Uddin adalah bukti nyata bahwa seorang anak daerah dari Sulit Air, Solok, mampu menjadi tokoh kunci di ibu kota. Keberhasilannya membangun YARSI menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa integritas, ketajaman visi, dan semangat pantang menyerah adalah kunci untuk “menaklukkan” Jakarta.

Kini, di usianya yang telah memasuki 88 tahun, sosoknya tetap menjadi simbol kejayaan perantau Minang yang berhasil memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Imperium YARSI yang ia bangun bukan sekadar bangunan fisik, melainkan warisan ilmu dan kesehatan bagi masa depan Indonesia.

Sumber: Wikipedia

#SulitAir #Solok #JurnalisUddin #YayasanYARSI #UniversitasYARSI #TokohMinang #PendidikanIslam #InspirasiPerantau

News Feed